Perjalanan Menjemput Ajal Bag.11
Mungkin ada pertanyaan; bila mau mencermati paparan di atas seakan mengajak agar membenci kehidupan dunia. Benarkah?
Sama sekali tidak. Hanya mengingatkan saja. Tujuannya agar jangan sampai terlena dengan tujuan hidupnya sebagai seorang insan manusia; yaitu mempersiapkan diri untuk hidup menuju yang kekal kelak di akhirat.
Jadi bila ternyata Allah Ta’ala memberi kenikmatan berupa kekayaan maka sebaiknya harta dan kekayaannya itu hanya sampai pada telapak tangannya saja jangan sampai masuk ke dalam hati. Sebab bila masuk ke dalam hati maka akan beresiko besar. Yakni menjadi orang bakhil alias kikir.

Masih ingatkah bahwa para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dari golongan Anshar adalah kelompok orang-orang kaya. Sebab begitu kaum muslimin dari Makkah hijrah ke Madinah lalu dipersaudarakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam antara Muhajirin dan Anshar.
Setelah dipersaudarakan itulah akhirnya dari kaum Anshar memberikan rumah dan tanah serta harta kekayaannya dibagi dua oleh saudaranya seiman. Bahkan ada yang memberikan istrinya (yang memiliki istri lebih dari satu) kepada saudaranya seiman; dengan cara menceraikannya terlebih dahulu –dan sebelumnya sudah diberitahukan bahwa seusai masa iddahnya agar mau dinikahi oleh saudara seimannya-.
وَالَّذِيْـنَ تَـبَوَّءُو الدَّارَ وَالْإِيْـمَانَ مِن قَبْـلِهِـمْ يُـحِبُّوْنَ مَنْ هَاجَرَ إِلَـيْهِـمْ وَلَا يَـجِـدُوْنَ فِى صُدُوْرِهِـمْ حَـاجَةً مِّـمَّـآ أُوْتُـوْا وَيُـؤْثِـرُوْنَ عَـلَى أَنْـفُسِـهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهـِمْ خَصَاصَةٌ، وَمَن يُـوْقَ شُـحَّ نَـفْسِـهِ فَـأُوْلَـئِكَ هُـمُ الْمُـفْلِـحُوْنَ.
Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang-orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka sangat memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. Qs. Al Hasyr 9.
Oleh karenanya jangan berfikir negatif bahwa karena hidup di dunia ini hanya sementara maka dia meninggalkan dunia. Sungguh ini salah besar. Tetapi ketahuilah bahwa dunia ini adalah jembatan menuju akhirat. Contoh; seseorang bisa masuk surga karena dia sering sedekah, zakat, bisa melaksanakan ibadah haji, umroh, membantu fakir miskin, ikut membangun sekolah-sekolah Islam, membangun masjid dan lain sebagainya.
Maka benarlah Umar bin Khaththab ketika pidato, “Setiap perjalanan membutuhkan bekal, maka biarkanlah keshalihan menjadi bekal kalian di perjalanan kehidupan dunia menuju akhirat. Jadilah seperti seseorang yang melihat siksaan Allah Ta’ala persiapkan untuknya, agar kalian mengharap pahala-Nya dan takut siksa-Nya. jangan biarkan masa dipanjangkan untukmu dan hatimu menjadi keras, kemudian kalian tunduk kepada musuh.
Allah tidak menyampaikan harapan pada manusia yang (di pagi hari) tidak yakin hidup sampai malam. Dan (di waktu malam) tidak yakin akan hidup hingga pagi. Mungkin kematian telah menunggunya di antara kedua waktu itu. Seseorang yang ketenangannya terjamin adalah seseorang yang yakin bahwa dia selamat dari siksa Allah Ta’ala dan kedahsyatan hari Kiamat.
Aku memohon perlindungan Allah Ta’ala dari memerintah kalian untuk melakukan apa yang aku larang bagi diriku, kalau-kalau aku kehilangan perjanjian pada sebuah hari, saat hanya kebenaran saja yang bermanfaat”.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
