Perjalanan Menjemput Ajal Bag.6

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.6

Dunia; ibarat pisau. Bagi seorang ibu rumah tangga maka pisau bisa dijadikan sebagai alat untuk mengiris-iris bumbu-bumbu ataupun sayur mayur. Yang dengannya seorang ibu bisa memasak hingga mampu mengundang selera makan.

Akan tetapi pisau bisa menjadikan malapetaka dan bencana bila dipegang oleh para pelaku maksiat. Sebab dengan pisau itu bisa saja untuk membunuh orang ataupun untuk merampok atau entah untuk kemaksiatan apalagi.

Hal yang sama juga dunia. Dia bisa mengantar penghuni ke surga atau neraka.ke surga karena manusianya beriman dan bertaqwa, sehingga mereka tidak terlena dengan ‘kemolekan’ dunia. Sedangkan yang diantar ke neraka karena mereka terbuai dan terjerembab masuk ke dalam kubangan dunia yang fana ini. 

Makanya Allah Ta’ala selalu mengingatkan umat Islam bahwa dunia ini hanyalah sementara dan sebagai tempat ujian bagi mereka.

dunia membawa ketaatan

وَالَّذِيْـنَ يَـنْقُـضُوْنَ عَهْـدَ اللهِ مِن بَّـعْدِ مِيْـثَـاقِهِ وَيَـقْطَـعُوْنَ مَآ أَمَرَ اللهُ بِـهِ أَنْ يُـوْصَلَ وَيُـفْسِدُوْنَ فِى الْأَرْضِ أُوْلـئِكَ لَـهُمْ سُوْءُ الدَّارِ. اللهُ يَـبْـسُطُ الرِّزْقَ لِمَـن يْـشَـآءُ وَيَـقْدِرُ، وَفَرِحُوْا بِالْحَـيَـاةِ الدُّنْـيَـا وَمَا الْحَيَـاةُ الدُّنْـيَـا فِى الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَـاعٌ.

Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam). Allah meluaskan rezeki dan menyempitkan bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). Qs. Ar Ra’du 25-26.

Dan salah satu fitnah dunia yang selalu membuat kebanyakan orang itu berani berbuat nekat karena mereka terpedaya. Sehingga mereka dengan lancang berani menghalalkan yang Allah haramkan ataupun mengharamkan apa-apa yang telah Allah halalkan. 

وَلَا تَـقُوْلُوْا لِـمَا تَصِفُ أَلْسِـنَتِـكُـمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلَالٌ وَ هَذَا حَرَامٌ لِّـتَـفْـتَـرُوْا عَـلَى اللهِ الْكَذِبَ، إِنَّ الَّذِيْـنَ يَـفْـتَـرُوْنَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لَا يُـفْلَـحُوْنَ. مَتَـاعٌ قَلِـيْلٌ وَلَـهُمْ عَـذَابٌ أَلَـيْمٌ. 

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan bagi mereka adzab yang pedih. Qs. An Nahl 116-117.

Rasanya tidak adil apabila dunia seakan dihakimi sedemikian rupa. Seakan dunia sebagai tempat kesalahan. Oleh karenanya alangkah baiknya bila menukil perkataan berikut ini:

Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu berkata: “Meninggalkan kenikmatan dunia adalah kenyamanan, baik bagi hati dan tubuh manusia”.

Sementara Hasan Al Basri berkata: “Aku pernah menjumpai beberapa orang; yang tidak pernah bahagia karena mendapatkan kenikmatan dunia, juga tidak menyesal ketika kehilangannya”.

Sedangkan Yahya bin Mu’adz berkata: “Bagaimana aku tidak mencintai dunia? Di dunia kebutuhan panganku telah diperhitungkan, yang dengannya aku bisa mendapatkan sebuah kehidupan, yang dengan kehidupan aku dapat memahami sebuah ketaatan. Dengan ketaatanlah aku bisa mendapatkan surga”.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permada

Call Now Button