Perjalanan Menjemput Ajal Bag.4

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.4

Semua orang sepakat bahwa kehidupan dunia itu sementara. Di dalamnya selalu ada dua penawaran; bersyukur (terhadap nikmat Allah) atau kufur (terhadap nikmat Allah). Ada kesenangan dan ada juga kesedihan. Selain itu dunia juga sebagai tempat tinggal manusia sementara. 

Ya, sementara untuk menuju pada tempat keabadian; negeri akhirat.

Namun begitu keabadiannya itu ditentukan oleh kehidupannya di dunia ini. 

Yakni apabila seseorang mau mengambil jatahnya yang halal untuk kebutuhan akhiratnya sebagaimana yang sudah diperintahkan Allah Ta’ala; maka dia akan selamat. Tetapi apabila dirinya mengambil lebih (yanh bukan jatahnya) maka dia akan terjerembab ke dalam kubangan ketamakan dan dosa.

negeri akhirat

Dan bila sudah jatuh ke kubangan tamak dan dosa, itu artinya dia telah menyeleweng dari kebenaran. Dan tentunya akan membuat Allah Ta’ala murka.

Sebaliknya bila dia mengambil dunia hanya kebutuhannya maka dia akan selamat. Seperti Abdurrahman bin ‘Auf ridliyallahu ‘anhu, misalnya. Beliau seorang saudagar dan bisnisman yang luar biasa. Sampai-sampai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengatakan bahwa seandainya ada batu lalu Abdurrahman bin ‘Auf radliyallahu ‘anhu mengambilnya, maka dibalik batu itu pasti akan ada emasnya. Luar biasa!

Tetapi walaupun beliau seorang yang kaya raya ternyata gaya hidup dan pola hidupnya seperti para sahabat lainnya. Beliau juga memakan seperti apa yang dimakan oleh sahabat yang miskin di Madinah. Tempat tidur beliau juga sama dengan tempat tidurnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sehigga apabila beliau baru saja bangun tidur maka di pipinya akan terlihat bekas anyaman dari pelepah kurma yang dijadikan sebagai alas tidurnya.

Bahkab beliaulah yang menanggung hidup semua istri-istri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sepeninggal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Jadi jangan sangka ya mengenai prinsip Islam terhadap dunia. 

Cobalah perhatikan perkataan para salaf berikut ini:

Amr bin Abdullah radliyallahu ‘anhhu berkata: “Kehidupan dunia dan akhirat, di hati seorang manusia, seperti dua skala keseimbangan; ketika salah satunya menjadi berat, yang lain akan menjadi ringan”.

Sementara Hasan Al Basri rahimahullah ketika ditanya, “Siapa yang akan menangis melebihi seorang manusia di hari Kebangkitan?”.

Beliau menjawab, “Seseorang yang Allah Ta’ala beri karunia namun dengan karunia (dari Allah) itu dia tidak mentaati Allah Ta’ala”.

Tidak diragukan lagi bahwa bila seseorang yang dengan limpahan hartanya dia justru gunakan untuk maksiat kepada Allah. Maka kelak dia akan menyesal tiada tara. 

Oleh karena itu sadarlah sebelum datang har di mana pada waktu itu tidak ada gunanya penyesalan.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button