PENGHUJUNG RAMADHAN Bag.5
Di atas sudah sedikit disinggung tentang perbedaan zakat fitrah dan zakat maal. Lalu bagaimana dengan kepanitiaan yang dibentuk ketika menjelang berakhirnya bulan Ramadhan? Atau yang sering disebut dengan panitia amil zakat?
Ketahuilah bahwa seharusnya setiap muslim harus mengerti kondisi tetangga sekitarnya. Yakni tentang ekonominya. Apakah kira-kira mampu atau tidak? Berapa jumlah yang menajdi tanggungannya? Bagaimana kebutuhan (primer) dan keperluan (primer)nya dan seterusnya.
Nah dari situ seharusnya setiap tahu. Sehingga ketika diri dan keluarganya hendak menyalurkan zakat fitrah pasti tidak akan salah sasaran. Andaipun kemudian terjadi penumpukan zakat (pada orang yang mungkin agak banyak) maka hal itu wajar saja. Karena bisa jadi karena atas perhatiannya itu membuat orang lain juga sama-sama memberi perhatian penuh terhadapnya.

Jadi dari sini seharus kepanitiaan zakat fitrah tidak terlalu urgen.
Namun berbeda dengan zakat maal. Selain memang sudah ada nash (dalil) tentang itu, tetapi zakat maal memang memerlukan ketelitian dalam menghitung; pemasukan atau pendapatan –terutama-.
Makanya Allah menyebutkan dalam ayat-Nya:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِـمْ صَدَقَةً تُـطَهِّـرُهُـمْ وَتُـزَكِّيْـهِـمْ بِهَـا وَصَلِّ عَـلَيْهِـمْ، إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَـنٌ لَّهُـمْ، وَاللهُ سَمِيْـعٌ عَـلِيْـمٌ.
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mencusikan mereka, dan mendoakanlah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman bagi jiwa mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Qs. At Taubah 103.
Kata Ambillah di sini maknanya agar ada petugas yang mengambil; baik secara suka rela ataupun secara baik-baik saja –bila kooperatif-. Dan tentu petugas di sini tugasnya tidak hanya sekedar mengambil saja melainkan jauh-jauh hari sebelumnya dia (sang petugas tersebut) telah melakukan penelitian secara mendalam dan dalam waktu lama.
Kenapa lama? Sebab memang sudah menjadi tugasnya dia sebagai seorang amil (petugas zakat). Dan amil sendiri juga termasuk ashnaf yang berhak menerima zakat maal.
Kenapa begitu?
Karena tugasnya amil itu setiap harinya selalu melihat, memantau, -bahkan diperbolehkan- menanyakan pemasukan warga.
Tujuannya agar sang amil bisa mengetahui siapa-siapa yang wajib zakat dan siapa saja yang berhak menerima zakat. Dan karena pekerjaannya yang padat seperti itu sehingga membuat dirinya ada waktu untuk bekerja mencari nafkah untuk keluarganya.
Jadi kata ambillah itu sebenarnya Allah tujukan pada petugas amil zakat. Dan tentunya tugas tidak berhenti hanya pada mengambil saja melainkan juga menyalurkannya kepada delapan ashnaf yang telah Allah tetap itu.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
