MEMANFAATKAN WAKTU Bag.7
• I’tikaaf.
Setetlah mengetahui betapa dahsyatnya malam lailatul qadar bagi diri seseorang. Pertanyaannya sekarang; lalu kapankah terjadinya malam lailatul qadar itu?
Ya, sebenarnya malam lailatul qadar itu terjadi antara tanggal dua puluh satu hingga akhir di bulan Ramadhan. Adapun kepastian tanggalnya memang masih misterius.
Sementara itu dibalik akan berakhirnya bulan Ramadhan, dahulu para sahabat (termasuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam) sangat sedih sekali.
Ya, mereka sangat sedih karena akan ditinggalkan bulan yang sangat mulia ini. Bulan di mana Allah Ta’ala benar-benar mengobral pahala segede-gedenya.
Maka tidak heran bila mereka sebenarnya menginginkan dalam setahun itu hanya bulan Ramadhan saja yang ada. Sebab Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan full pahala gede-gedean yang Allah tawarkan.

Oleh karena itulah akhirnya Allah ‘memberi ganti’ sebagai solusinya. Yaitu sebelum Ramadhan itu pamitan pergi, mereka mendapat penawaran pahala yang sangat besar lagi berlipat. Hanya saja waktunya sangat dirahasiakan Allah.
Adapun ‘ganti’ yang ditawarkan Allah itu memiliki syarat yang harus dipenuhi dan ada tenggat waktunya; yaitu berupa i’tikaaf. Yakni (bahasa mudahnya) bermukim sementara di dalam masjid selama 24 jam kali sepuluh hari terakhir.
Tujuannya apa?
Allah benar-benar memberi bonus yang sangat gede. Yaitu jika ada dari orang yang beriman pada saat melakukan ibadah i’tikaaf ini ternyata mendapatkan lailatul qadar maka itu artinya bahwa (seakan) dia telah melakukan ibadah (tanpa henti) selama seribu bulan atau sekitar delapan puluh tiga tahun.
Selain itu masih juga mendapatkan ampunan dari Allah!
Subhaanallah, luar biasa!
Lalu bagaimanakah i’tikaaf itu?
Dalam hadits disebutkan:
Sesungguhnya Nabi melakukan i’tikaaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaaf setelahnya. Diriwayatkan Bukhari 2/713. No. 1922, Muslim 2/830 no. 1172.
Pada hadits lain, ‘Aisyah radliyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir, yang kesungguhannya tidak seperti pada waktu-waktu lainnya”.
Jadi marilah mempersiapkan diri untuk melakukan apa yang pernah dilakukan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan istri-istri beliau di akhir Ramadhan ini.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
