BEKAL SHAUM Bag.4
Sungguh Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu memiliki andil dan jasa besar dalam meriwayatkan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, sabdanya:
حُفَّـتِ الْجَنَّـةُ بِالْمِكَـارِهِ وَحُفَّـتِ النَّـارُ بِالشَّهَوَاتِ.
“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat”. Diriwayatkan Muslim.
Dalam kitab Fathul Baari, Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Yang dimaksud الْمِكَـارِهِ – al makarih- (perkara-perkara yang dibenci jiwa) adalah perkara-perkara yang dibebankan kepada seorang hamba baik berupa perintah maupun larangan di mana dia dituntut bersungguh-sungguh mengerjakan perintah dan atau meninggalkan larangan tersebut. Seperti bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah serta berusaha menjaganya dan menjauhi perbuatan-perbuatan dan perkataan yang dilarang Allah Ta’ala.

Penggunaan kata الْمِكَـارِهِ – al makarih- (perkara-perkara yang dibenci jiwa) di sini disebabkan karena kesulitan dan kesusahan yang didapatkan seoran hamba dalam menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Adapun yang dimaksud dengan syahwat di sini adalah perkara-perkara yang dilakukan untuk menikmati lezatnya dunia sementara syariat melarangnya. Baik karena perbuatan tersebut haram dikerjakan maupun perbuatan yang membuat pelakunya meninggalkan hal yang dianjurkan.
Seakan-akan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengatakan (kepada) seseorang tidaklah sampai ke surga kecuali setelah melakukan amalan yang dirasa begitu sulit dan berat.
Dan sebaliknya seseorang tidak sampai ke neraka kecuali setelah menuruti keinginan nafsunya.
Surga dan neraka dihijabi (tertutupi) oleh dua perkara tersebut, barangsiapa membukanya maka dia akan sampai ke dalamnya. Meskipun dalam hadits tersebut menggunakan kalimat khabar (berita) akan tetapi maksudnya adalah larangan”. Silahkan lihat Fathul Baari 18/317, Asy Syaamilah.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
إِنَّـا هَدَيْـنَاهُ السَّبِـيْلَ إِمَّـاشَاكِـرًا وِ إِمَّا كَفُوْرًا.
Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. Qs. Al Insaan 3.
Prinsipnya bahwa Allah Ta’ala telah memberikan hidayah-Nya kepada seluruh manusia. Setelah semua diserahkan kepada manusia itu sendiri.
Selain itu Allah juga telah mengantisipasi kepada orang-orang yang “protes” karena mereka terkena adzab/siksa-Nya.
مَا يَفْـعَلُ اللهُ بِعَـذَابِكُـمْ إِنْ شَكَرْتُـمْ وَ آمَنْـتُـمْ، وَكَانَ اللهُ شَاكِرًا عَلِيْـمًـا.
Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. Qs. An Nisaa’ 147.
Oleh karena itu mari raih sebanyak mungkin bonus gede-gedean yang sedang Allah Taa’ala tebar ini.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
