Susah Taubat? Bag.82
Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi orang yang bertaubat (5).
Ternyata banyak sekali orang-orang muslim yang terlena dengan keduniaan sehingga mereka melupakan agamanya. Di antaranya ya seperti kasus di atas. Yakni mereka telah lama meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslim. yaitu; shalat, puasa dan zakat serta –bahkan- haji.
Adapun untuk sedikit pembahasan masalah shalat dan puasa, Alhamdulillah, sudah dibahas di atas. Yakni tidak ada qadha’ untuk masalah shalat. Tetapi dia tetap harus memperbanyak istighfar kepada Allah Ta’ala serta selalu meminta ampunan-Nya. sedangkan untuk puasa, maka dia harus menjalani kekurangan puasa (lamanya puasa yang ditinggalkan) ditambah lagi dengan membayar fidyah.
Adapun bagi orang-orang kaya yang telah lama meninggalkan kewajiban zakatnya. Maka begitu dia bertaubat kepada Allah, dia harus sesegera mungkin menunaikan zakatnya. Kenapa?
Sebab zakat adalah haknya untuk Allah di satu sisi dan haknya untuk orang-orang fakir di sisi yang lain. Silahkan dibuka pada kitab madaarijus saalikiin 1/383.

Bisa dibayangkan bukan bagaimana orang-orang fakir apabila hak mereka tidak segera diberikan? Begitu juga bagaimana dahulu awal munculnya sosialis dan komunis? Ya karena saat itu di Eropa memang sedang hangat-hangatnya jurang pemisah antara si miskin dengan si kaya. Bahkan yang namanya tuan tanah saat itu benar-benar telah berubah wujud menjadi monster yang siap menghisap darah dan tenaga kaum pinggiran.
Hal membuat terjadinya revolusi di Eropa. Kenapa?
Sebab harta saat itu hanya berputar pada sekitar kaum bojuis saja. Sementara itu islam sejak empat belas abad silam telah memberikan solusinya; zakat.
Ya, zakat! Ya, dengan zakat maka harta tidak akan pernah berputar hanya pada kalangan borjuis saja melainkan ke seluruh penduduk negeri. Baik kaya maupun miskin.
Bahkan pada ayat-Nya pun Allah sangat tegas dan keras untuk masalah zakat ini.
خُذْ مِنْ أَمِوَالِهِـمْ صَدَقَةً تُطَهِّـرُهُمْ وَتُـزَكِّيْـهِمْ بِهَاوَصَلِّ عَلَيْهِـمْ، إِنَّ صَلَوَاتُكَ سَكَنٌ لَّهُـمْ، وَاللهُ سَمِيْـعٌ عَلـيْمٌ.
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Qs. At Taubah 103.
Bahkan Allah juga akan mengancam kepada orang-orang kaya yang tidak mau mengeluarkan zakat.
يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَـا فِى نَارِ جَهَـنَّمَ فَتُـكْوَى بِهَـا جِبَـاهُـهُمْ وَجُـنُوْبُهُـمْ وَظُهُوْرُهُمْ، هَذَا مَا كَـنَزْتُـمْ لِأَنْـفُسِكُـمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْـتُمْ تَكْـنِزُوْنَ.
Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. Qs. At Taubah 35.
Jadi hak untuk Allah di situ maksudnya adalah bahwa Allah begitu sayangnya kepada para hamba-Nya yang beriman. Sehingga Allah ingin menyelamatkan mereka dengan cara “memaksa” mengambil harta zakat yang memng menjadi haknya orang-orang fakir.
Oleh karena itu bagi orang-orang yang taubat karena dahulu selalu menggenggam hartanya dari zakat maka saat itu juga sebaiknya segera mengeluarkan harta “daki”nya yang memang bukan milikinya. Ya, dikeluarkan untuk dizakatkan.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
