Susah Taubat? Bag.78
Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi orang yang bertaubat.
Jika digali dari orang-orang yang bertaubat ternyata sebenarnya masih banyak orang-orang yang “nasibnya” mirip dengan mereka. Yakni orang-orang yang ingin bertaubat tetapi -menurut mereka- mereka tidak mengetahui bagaimana caranya bertaubat.
Kok bisa?
Ya. Sebab mereka seakan terbentur tembok ketika mereka hendak memulai dari mana taubatnya ini? Sebab –menurut mereka- sudah banyak maksiat dan dosa yang telah mereka jalani.
Perlu diketahui bahwa bila ingin bertaubat maka cukup menyesali semua perbuatan maksiat yang dahulu pernah dilakukannya. Lalu bersimpuh dihadapan Allah sambil menangis. Memohon agar Allah menerima taubatnya, memohon bimbingan-Nya dan memohon untuk tetap berada di atas jalan Al Haq hingga ajal menjemput.

Setelah itu baru menyelesaikan dengan hal-hal ayng berkaitan dengan hak-hak Adami, sebagaimana yang telah dibahas di atas.
Setelah semuanya dibereskan secara baik-baik, maka langkah berikutnya adalah mencoba merubah kebiasaan buruknya menuju kepada semua perbuatan yang baik.
Bila ada hal-hal yang belum diketahui mengenai persoalan keislaman maka bisa belajar lagi dan lagi. Sebab begitulah dahulu para sahabat ketika mereka masuk Islam. Mereka langsung “mengejar” ketertinggalannya.
وَلِـكُلٍّ وِجْهَـةٌ هُوَ مُوَلِّـيْهَـا، فَاسْتَـبِـقُوْا الْخَيْـرَاتِ، أَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَـأْتِ بِكُـمُ اللهُ جَمِيْـعًـا، إِنَّ اللهَ عَـلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْـرٌ.
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari Kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Qs. Al Baqarah 148.
Karena begitulah para sahabat dahulu. Yakni ketika mereka masuk Islam mereka segera memperbaiki ke-Islam-annya dengan cara terus menerus belajar. Yaitu mereka selalu ingin berada di sisi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sehingga mereka benar-benar bisa merubah dirinya yang dulunya kafir menjadi orang shalih.
Lalu bagaimana dengan kondisi saat ini, yang sudah tidak ada lagi nabi dan rasul?
Untuk saat tentu mencari para alim rabbani yang jujur. Sehingga mereka nanti yang akan membimbing ke jalan yang lurus. Sebab saat ini –sebagaimana yang disabdakan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri- ada dua kelompok alim (atau yang sering disebut ulama); ulama suu’ ulama waratsatul anbiyaa’.
Ulama suu’ adalah ulama yang menjual agamanya demi dunianya, sedangkan ulama waratsatul anbiyaa adalah ulama yang masih istiqamah mengikuti ajaran-ajaran Rasulullah dan para nabi. makanya disebut waratsatul anbiyaa’ (pewaris para nabi).
Ya, ulama waratsatul anbiyaa’ adalah ulama yang menyampaikan apa yang didapatkan dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tanpa dikurangi ataupun ditambahi. Walau hal itu akan beresiko pada keselamatan dirinya sekalipun.
Jadi, tidak ada alasan lagi bukan bila untuk bertaubat?
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
