Susah Taubat? Bag.75

Susah Taubat? Bag.75

Haruskah membuka dosa-dosa diri sendiri?

Ada beberapa pertanya yang terlontar dari lisan orang-orang yang bertaubat; saya ingin bertaubat tetapi apakah saya harus memberitahukan kepada khalayak ramai tentang dosa-dosa yang pernah saya perbuat?

Ada juga pertanyaan; apakah syarat taubatku adalah (saya) harus menghadap pengadilan, lalu memberitahukan semua dosa yang pernah saya perbuat kemudian saya meminta agar ditegakkan keadilan (saya diadili)?.

Ketahuilah bahwa di atas  sudah dibahas tentang bagaimana kisah nyata tentang taubatnya Ma’idz (yang telah berzina), dan wanita (pasangan zinanya Ma’idz) serta seorang laki-laki muhshan (laki-laki yang sudah menikah) yang mencium wanita ajnabi (bukan mahram dan bukan istrinya) di sebuah kebun. 

Ya, di sana (pada kisah nyata di atas) mereka tidak pernah mengumbar dosa-dosa yang pernah diperbuatnya kecuali kepada orang (alim) yang sekiranya nanti orang bisa membimbingnya ke jalan yang benar (Al Haq). Jadi tidak semua orang harus dikasih cerita masa kelamnya.

Lalu bagaimana bila orang-orang tidak mengetahui bila dirinya telah bertaubat. Apakah Allah akan menerima taubatnya?

haruskah membuka aib sendiri

Jawabannya: ingatlah bahwa setiap orang yang bertaubat hendaknya meyakini bahwa Allah itu Maha Menerima taubat setiap hamba-Ny yang beriman. Sebab ini adalah bagian dari bentuk tauhid yang agung. 

Firman Allah Ta’ala:

وَإِذَا سَـأَلَكَ عِـبَادِى عَـنِّى فَـإِنَّى قَرِيْبٌ، أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَـانِ، فَـلْيَـسْتَجِـيْبُوْلِى وَلْيُؤْمِنُوْابِى لَـعَـلَّهُـمْ يَرْشُدُوْنَ.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Akan mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Qs. Al Baqarah 186.

Apabila telah mengimani bahwa Allah Maha Menerima taubat hamba-Nya maka hendaknya yang utama lebih tahu itu ya Allah saja. Yaitu menyerahkan sepenuh hati bila benar-benar ingin bertaubat.

Sebab salah satu pada kalimat dalam do’a sayyidul (penghulunya) Istighfar adalah:

(أَبُـوْءُ لَكَ عَـلَيَّ وَأَبُـوْءُ بِذَنْبِـى)  -Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosa-. Ya, di situ disebutkan bahwa dirinya telah mengakui dosa-dosanya kepada Allah. 

Jadi buat apa jika selalu mengumbar tentang dosa-dosa dirinya kepada orang lain yang tidak bisa membimbingnya ke jalan yang benar. Malah nanti bisa-bisa justru diumbar kepada orang lain yang akhirnya justru akan menjerumuskan diri sendiri. Sebab semakin banyak orang yang tahu maka –biasanya- orang akan semakin banyak yang melecehkan, bukannya membimbingnya.

Maka ketika berdoa kepada Allah hendaklah mengakui dosa-dosanya yang telah diperbuat. Maka niscaya Allah akan membimbingnya ke jalan yang lurus.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button