Susah Taubat? Bag.70
Hunjamkan iman ke dalam dada.
Allah Ta’ala berfirman:
Allah meneguhkan (iman) orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; Allah menyesatkan orang-orang yang dzalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. Qs. Ibrahim 27.
Bila melihat ayat di atas maka akan mengingat pada sebuah kisah nyata yang pernah terjadi pada masa Rasulullah shalallahu ‘alaiihi wa salam. Ya, kisah yang penuh dengan peringatan, pendekatan diri kepada Allah, dan kecintaannya kepada Allah (beserta syariat-Nya). semuanya menjadi satu.
Ya, kisah nyata yang diperankan oleh sahabat Ka’ab bin Malik radliyallahu ‘anhu. Yaitu ketika beliau absen dari perang Tabuk. Padahal semenjak masuk Islam Ka’ab bin Malik sama sekali tidak pernah absen dari keikut sertaannya dalam peperangan yang dipimpin langsung Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Dan ternyata karena keabsenannya kali ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam marah besar. Hingga Ka’ab bin Malik radliyallahu ‘anhu didiamkan secara nasional. Hingga dadanya serasa sesak sehingga susah untuk bernafas. Namun begitu Ka’ab bin Malik radliayallahu ‘anhu tetap sabar menerima hukuman dari Allah.
Puncaknya Ka’ab bin Malik radliyallahu ‘anhu mendapatkan surat dari kerajaan Ghassan yang kafir. Yaitu suatu kerajaan di Syam yang menjadi ‘wakil’ bagi kerajaan Romawi.
Setelah surat diterima Ka’ab bin Malik radliyallahu ‘anhu langsung pulang dan membacanya.
Isi surat itu mengajak Ka’ab bin Malik radliyallahu ‘anhu agar bergabung ke kerajaannya. Alasannya; daripada tetap bertahan di Madinah namun dihukum dengan cara didiamkan seluruh penduduk muslim Madinah.
Ka’ab bin Malik bukannya bangga dengan ajakan raja Ghassan melainkan justru marah lalu suratnya pun langsung dibakar ditunggu sambil menangis tersedu-sedu sambil bergumam bahwa dirinya lebih ridla diperlakukan seperti ini daripada harus bergabung dengan kerajaan Ghassan walaupun mendapatkan tawaran melimpah.
Begitulah ciri-ciri orang beriman. Dia menyadari bahwa ketika dirinya telah melakukan sebuah kesalahan lalu diberi sanksi maka dia terima dengan lapang dada tanpa ada sedikitpun rasa kecewa. Sebab dia yakin bahwa sanksi itu adalah bentuk cintanya Allah kepada hamba-Nya yang beriman.
فَاصْبِـرْ إِنَّ وَعْـدَ اللهِ حَقٌّ وَلَا يَسْـتَخِـفَّـنَّـكَ الَّذِيْـنَ لَا يُـوْقِـنُوْنَ.
Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkanmu. Qs. Ar Rumm 60.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
