Susah Taubat? Bag.54
Kesepuluh: mengisi nutrisi jiwa dengan yang halal.
Maksudnya merubah dari kebiasaan dirinya selalu mengisi nutrisi jiwanya dengan hal-hal yang haram, sekarang merubah dengan mengisi nutrisi jiwanya dengan hal-hal halal.
Mengenai masalah ini jangan sampai salah sangka. Ya, yang disangkakan hanya hal-hal yang buruk dan yang biasa disebutnya dengan PEKAT (PEnyakit masyaraKAT). Sedangkan PEKAT sendiri sering diidentikkan seperti; perampokan, perjudian, penipuan, pelacuran dan lain sebagainya. Yang uang dari hasil kerja di atas dianggapnya sebagai hasil yang haram. Sehingga akan merusak jiwanya dan jiwa yang diberinya makanan dari sana, seperti anak dan istri/suami.
Sekali-kali tidak! Tidak hanya itu saja. Tetapi yang lebih dari hal-hal di atas namun dianggapnya suatu hasil yang halal. Yakni hasil dari riba!

Kalau hal-hal di atas itu sudah diketahui masyarakat luas bahwa hasil dari wilayah situ memang haram. Sehingga orang-orang yang taubat biasanya terus menghindari mencari hasil dari hal-hal di atas. Supaya apa? Ya supaya makanan yang masuk ke dalam tubuhnya benar-benar makanan yang halal yang kelak akan menumbuhkan jiwa-jiwa yang mudah menerima Al Haq (kebenaranyang bersumber dari Allah dan rasul-Nya, shalallahu ‘alaihi wa salam).
Adapun riba sendiri yang difahami kebanyakan yang berkembang ditengah masyarakat hanya riba bank saja. Padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyebutkan dalam hadits bahwa riba itu tingkatannya sampai lebih dari tujuh puluh tingkatan. Sedangkan tingkatan yang paling rendah adalah seorang anak yang menzinai ibunya.
الرِّبَا سَبْعُوْنَ حُوْبًـا أَيْـسُ هَـا أَنْ يَـنْكِـحَ الرَّجُـلُ أُمَّـهُ.
Riba itu ada tujuh puluh pintu dosa. Yang paling ringan, seorang anak berzina dengan ibunya. Diriwayatkan Ibnu Majah no. 2360. Dishahihkan Al Albani.
Sementara ada beberapa ayat Allah Ta’ala menyinggung masalah riba, di antaranya:
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalal jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Qs. Al Baqarah 275.
Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Qs. Al Baqarah 278.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
