Susah Taubat? Bag.53

Susah Taubat? Bag.53

Syarat lain untuk bertaubat (j) Lanjutan

Kemarin sedikit membedakan antara antara orang-orang yang suka bermaksiat dengan orang-orang shalih (mukmin). Walaupun yang satu membuat semacam perkumpulan atau kesepakatan-kesepakatan tertentu sedangkan yang tidak. Tetapi sudah diketahui bahwa yang namanya kemaksiatan itu memang nalurinya selalu berpecah sedangkan orang-orang shalih nalurinya selalu bersatu. Walaupun mereka tidak memiliki perkumpulan dan bahkan mereka tidak saling kenal sekalipun.

Namun perlu diingat bahwa untuk menuju menjadi orang shalih ternyata perlu banyak yang perlu dijalani. Di antaranya harus sering berkumpul dengan orang-orang shalih itu sendiri. Salah satu contohnya para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Ya, benar. Para sahabat adalah contoh konkrit yang benar-benar jujur. 

berkumpul dengan orang shaleh

Syuhaib Ar Rumi, misalnya. Beliau termasuk salah seorang pebisnis sukses di Makkah. Karena mengetahui bahwa junjungannya telah tidak lagi berada di Makkah, maka beliau pun pergi menyusulnya ke mana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pergi. Tujuannya apa? 

Ya apa lagi kalau bukan agar dirinya menjadi orang yang shalih? Bahwa beliau pun dengan entengnya meninggalkan seluruh hartanya untuk ditinggalkan lalu dijarah oleh musyrikin Quraisy. Syuhaib tidak peduli! Hingga Allah memujinya dengan menurunkan ayat-Nya.

وَمِنَ النَّـاسِ مَنْ يَشْـرِى نَـفْسَهُ ابْـتِغَـآءَ مَرْضَـاتِ اللهِ، وَاللهُ رَءُوْفُ بِّـالْعِـبَادِ.

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridlaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. Qs. Al Baqarah 207.  

Juga bagaimana sahabat Abu Jandal ketika melarikan diri dari cengkeraman musyrikin Quraisy. Ya, karena beliau ingin hidupnya selalu bersama dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabat yang lain. Tetapi beliau terkendala dengan perjanjian Hudaibiyyah. 

Dan salah satu isi perjanjian itu adalah bahwa setiap muslim yang masih ada di Makkah maka dilarang ikut bergabung dengan kaum muslimin di Madinah.

Tetapi hati Abu Jandal terobati ketika sebelum pergi meninggalkan Madinah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berpesan kepadanya, “Abu Jandal, bersabarlah dan berharaplah pahala (dari Allah atas ujian yang kau hadapi). Sungguh Allah akan memberikan kebahagiaan dan jalan keluar untuk engkau dan orang-orang lemah sepertimu. Mereka telah sepakat membuat perjanjian dan kita tidak mungkin mengkhianatinya”. Lihat Ibnul Atsir: Asadul Ghaabah, 6/59. 

Akhirnya Abu Jandal bergabung dengan Abu Bashir yang tidak mau kembali Makkah. Lalu mereka membuat “perkampungan” sendiri yang ternyata membuat musyrikin Quraisy kewalahan. 

Intinya mereka mau bergabung hanya dengan orang-orang shalih saja.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button