Susah Taubat? Bag.50

Susah Taubat? Bag.50

Syarat lain untuk bertaubat (g):

Ketujuh: Harus berani menjauhkan diri dari tempat-tempat maksiat.

Dalam pepatah bahasa Arab disebutkan: Pada tiap tempat ada pembicaraan, dan di setiap pembicaraan ada tempatnya.

Sepertinya pepatah Arab di atas sangat tepat. Di masjid misalnya. Di sana pasti hanya akan dibicarakan tentang kebaikan dan amal shalih. Sedangkan di pasar pasti akan ada kegiatan transaksi jual beli dan pembicaraan yang hanya seputar perdagangan saja. 

Begitu juga tempat-tempat maksiat bukan? Pasti tempat-tempat maksiatpun ada tempatnya, dan di san juga ada ‘fasilitas’ untuk bermaksiat.

Oleh karena itu bagi orang-orang yang ingin bertaubat hendaknya dia menjauhkan diri dari tempat-tempat tersebut. Seperti tempat prostitusi, perjudian, pangkalan-pangkalan para pelaku maksiat dan seterusnya.

menjauhkan diri dari tempat maksiat

Sebaliknya dia harus berusaha untuk mendatangi tempat-tempat yang bermanfaat untuk membantu dan memsukseskan pertaubatannya. Seperti masjid-masjid, tempat-tempat majlis taklim, tempat-tempat baksos dan sebagainya. 

Cobalah melihat lebih dekat lagi perjuangan Rasulullah shalallahu ‘alaihii wa salam. Yakni beliau mengajak semua para sahabat radliyallahu ‘amhum ajma’in agar melakukan hijrah ke Madinah. 

Kenapa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengajak semua sahabat untuk hijrah? Sebab di tempat yang tidak ada lagi tempat-tempat maksiat. Melainkan justru di tempat yang baru itu yang ada malah tempat-tempat yang mendukung untuk beramal shalih.

Tidak hanya itu, di tempat yang itu juga mayoritas pendduduknya sangat mendukung dengan semua amal shalih dan membenci kemaksiatan. 

Maka benarlah bila Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: 

أَنَا بَرِيءٌ مِنْ كُـلِّ مُسْـلِـمٍ يُـقِيْـمُ بَيْـنَ أَظْهُـرِ الْمُشْـرِكِـيْنَ. 

Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di lingkungan (wilayah) bersama orang-orang musyrik. 

Hadits di atas diceritakan dari Hannad, dari Abu Mu’awiyah, dari Ismail bin Abu Khalid dan Qais bin Abu Hazim dan Jarir bin Abdullah. 

Sementara pada hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: 

لَا تُـسَاكِنُوْا الْمُشْرِكَـيْنَ وَلَا تُـجَامِعُوْهُـمْ. فَمَـنْ سَاكَـنَهُـمْ أَوْ جَامَـعَهُـمْ فَـهُوَ مِثْـلُـهُمْ.

Janganlah kalian bertempat tinggal dengan orang-orang musyrik dan jangan pula bergaul dengan mereka. Oleh karena itu barangsiapa yang bertempat tinggal atau bergaul dengan mereka maka dia seperti mereka. Keduanya diriwayatkan Tirmidzi.

Sudah jelas bukan bahwa menjauhi tempat-tempat maksiat itu diperintahkan agar taubatnya bisa sempurna alias bisa mencapai derajat taubatan nashuha.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button