Susah Taubat? Bag.35
Contoh kasus orang yang telah membunuh pada masa salaf dan ingin menebus dosanya: (c)
Kehidupan para sahabat adalah contoh kehidupan bagi manusia (generasi) setelahnya. Sebab mereka adalah contoh nyata dalam kehidupan. Bahkan kehidupan mereka pun seakan mutiara terpendam. Semakin dibahas maka semakin mengkilat. Contohnya seperti kasus pembunuhan orang tua oleh pemuda kampung itu.
Ya, setelah sahabat Salman Al Farisi mau dengan kerelaannya menjadi penjamin si pemuda lusuh itu. Maka segera pemuda kampung yang lusuh pulang dengan maksud menyelesaikan amanah yang ada di pundaknya.
Sementara itu di kota Madinah, masyarakat sudah mulai menunggu-nunggu kedatangannya. Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangannya. Begitu pula hari kedua.

Pada hari kedua itu orang-orang sudah mulai gelisah dan bertanya-tanya; mungkinkah pemuda lusuh itu akan kembali untuk diqisas?
Saat hari ketiga telah datang, orang-orang semakin cemas dan mulai meragukan kedatangan si pemuda lusuh itu. Masyarakat mulai khawatir akan nasibnya sahabat Salman Al Farisi.
Hingga matahari hampir tenggelam, hari sudah hampir berakhir, orang-orang sudah mulai berkumpul menunggu kedatangan si pemuda lusuh itu. Sementara khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu sendiri berjalan mondar mandir menunjukkan kegelisahannya. Sedangkan kedua pemuda yang menuntut balas itu pun juga mulai menampakkan wajah kecewa terhadap si pemuda lusuh itu dan merasa kasihan terhadap sahabat Salman Al Farisi, yang mau menjadi penjaminnya.
Karena matahari hampir tergelincir maka sahabat Salman Al Farisi dengan tenang dan penuh ketawakalan berjalan menuju tempat eksekusi. Sedangkan kaum muslimin yang hadir mulai berkaca-kaca matanya. Mereka sedih dan seakan tidak rela melihat sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang baik itu akan dikorbankan sebagai penjamin.
Dan di saat air mata sudah mulai membanjiri pada setiap pipi kaum muslimin yang hadir, tiba-tiba dari kejauhan terlihat sesosok bayangan berlari terseok-seok. Kemudian terjatuh, bangkit, jatuh lagi lalu bangkit kembali.
Ketika pandangan mata khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu telah jelas, siapa yang sedang berlai-lari. Maka Umar langsung berteriak, “Itu dia telah datang! Dia datang menepati janjinya”.
Dengan tubuhnya yang bermandi keringat, nafas tersengal-sengal. Si pemuda lusuh itu tersungkur di hadapan khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu.
Ya, dia datang menepati janjinya. Walaupun janjinya itu dia akan dihukum qisas (hukuman mati), dia tidak peduli. Yang dia pedulikan adalah dia bisa dimaafkan oleh ahli warisnya karena kesalahan dirinya yang telah membunuh orang tua di kota Madinah .
Ya, itulah semangat orang yang telah berdosa dan ingin bertaubat.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
