Susah Taubat? Bag.25

Susah Taubat? Bag.25

Membantu orang bertaubat:

Di atas sudah dikatakan bahwa agar bisa sukses dalam taubat maka harus menjalani hijrah. Baik hijrah secara maknawi maupun hijrah makani. 

Tujuannya agar sukses dalam bertaubat. Sebab bila masih enggan berhijrah maka pengaruh dari masa lampaunya akan terus membayanginya. Baik dari teman-temannya, lingkungannya yang sudah mencap sebagai tukang maksiat dan dosa atau alasan lainnya yang membuat dirinya ditakutkan nantinya akan mengembalikan ‘nostalgia’ pada perbuatan maksiat dan dosanya. 

Sebagaimana diketahui bahwa kemaksiatan dan dosa itu terkadang akan kembali muncul ketika kondisinya sangat mendukung. Baik mendukung dari sisi lingkungan, pergaulan bahkan karena kegalauan.

membantu orang taubat

Dari sisi lingkungan; seseorang yang bertaubat terkadang akan kembali melakukan pebuatan dosanya bila lilngkungannya mendukung. Seperti lingkungan yang paling suka dengan narkoba, pesta miras, atau hal negatif lainnya.

Atau mungkin lingkungan yang seakan mencemooh dirinya. Seperti ucapan-ucapan nyinyir yang mengatakan (misalnya), “Awas, ada mantan pencuri, pemabok, mantan pembunuh”, dan lain-lain. Atau mungkin ketika dirinya ke masjid lalu ada jamaah yang dengan nyinyir mengatakan, “Tumben ke masjid”. 

Sungguh sikap-sikap seperti ini terkadang menyurutkan seseorang yang ingin taubat menjadi surut langkah. 

Lihat saja kisahnya seorang pembunuh sembilan puluhan orang. Ketika dia sadar, dia menghadap pendeta lalu bertanya apakah dirinya diterima Allah bila dirinya bertaubat. Tapi jawaban pendeta itu justru membuat dirinya takut dan surut nyali. Yakni dikatakan bahwa tidak akan mungkin Allah menerima taubatnya. Sebab dirinya telah membunuh puluhan orang.

Begitu mendengar jawaban pendeta yang justru menakutkan bagi dirinya akhirnya malah sang pendeta itu sendiri dibunuh. Sebab telah memberi jawaban yang tidak mengenakkan.

Lalu dia mendatangi pendeta lainnya dan menanyakan tentang hal yang sama; masihkah Allah menerima taubatnya? Dan ternyata jawabannya sama dengan pendeta yang pertama. Hingga pendeta itu pun dibunuh. Hingga jumlah orang yang dibunuhnya mencapai sembilan puluh sembilan.

Kemudian dia mendatangi pendeta lainnya lagi seraya menanyakan hal yang sama sambil diberitahukan jumlah orang yang dibunuhnya mencapai sembilan puluh sembilan. 

Dan jawabannya pun sama. Akhirnya si pembunuh itu membunuh pendeta tadi hingga lengkaplah pembunuhannya sejumlah seratus orang. Namun setelah itu dia pergi ke tanah yang luas, lalu dia bersimpuh sambil menangis tersedu-sedu. Menyesali perbuatannya yang kotor. Dia berharap semoga dirinya masih bisa diampuni dosa-dosanya yang telah membunuh seratus orang itu. Dan tangisan sesalnya itu sampai menghantarkan dirinya meninggal di tempat itu.

Maka selayaknya setiap muslim harus siap menerima orang-orang yang mau bertaubat dengan lapang dada dan memberinya support. Sehingga para pelaku maksiat yang ingin bertaubat benar-benar bisa terbantu dengan taubat nashuhanya.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button