Susah Taubat? Bag.19

Susah Taubat? Bag.19

Efek negatif dari maksiat dan dosa:

Kedua puluh satu: Hilangnya kenikmatan hidup.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

أَنْ تَـعْبُـدَ اللهَ كَأَنَّـكَ تَـرَاهُ فَـإِنْ لَـمْ تَـكُنْ تَـرَاهُ فَـإِنَّـهُ يَـرَيْكَ.

Hendaklah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, tetapi bila engkau tidak dapat melihat-Nya maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Dia (Allah) melihatmu.

Hadits ini sangat masyhur. Hadits tentang IHSAN. 

hilangnya kenikmatan hidup

Ya, IHSAN adalah tingkatan paling tinggi setelah iman. Sebab ini sangat berbanding terbalik dengan perbuatan kemaksiatan dan dosa. 

Bila kemaksiatan dan dosa berefek pada hilangnya kenikmatan hidup sedangkan iman dan amal shalih justru akan memunculkan IHSAN yang berefek pada ketergantungan kepada Allah amat sangat tinggi. 

Lihat saja bagaimana para dukunnya Fir’aun yang masuk Islam. Mereka diancam akan memotong tangan dan kakinya secara bersilang bila mereka mengikuti ajarannya nabi Musa ‘alaihi salam. Lalu apakah mereka surut langkah?

Tidak! Bahkan mereka seakan menantang. Sebagaimana Allah abadikan dalam Al Qur’an:

قَالَ فِرْعَوْنُ آمَنْـتُـمْ بِـهِ قَبْـلَ أَنْ آَذَنَ لَـكُـمْ، إِنَّ هَذَا لَمَكْـرٌ مَّكَـرْتُـمُوْهُ فِى الْمَدِيْـنَةِ لِتُـخْرِجُوْهُ مِنْـهَا أَهْـلَهَـا، فَسَوْفَ تَـعْلَمُوْنَ. لَأُقَطِّـعَنَّ أَيْـدِيَكُـمْ وَأَرْجُلَـكُـم مِّنْ خِلَافٍ ثُـمَّ لَأُصَـلِّبَـنَّـكُـمْ أَجْمَـعِيْنَ.

Fir’aun berkata: “Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?, sesungguhnya (perbuatan) ini adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya daripadanya; mak kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini); demi sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik, kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya”. Qs. Al A’raaf 123-124.

Ternyata ancaman Fir’aun yang (menurut kebanyakan orang) mengerikan itu justru ditanggapinya dengan ringan.

قَالُوْا إِنَّـا إِلَى رَبِّـنَا مُنْـقَلِـبُوْنَ. وَمَا تَـنْقِـمُ مِنَّـا إِلَّا أَنْ آمَنَّـا بِـآيَاتِ رَبِّـنَا لَمَّـا جَاءَتْـنَا، رَبَّـنَاأَفْرِغْ عَـلَيْنَـاصَبْـرًا وَتَـوَفَّـنَـامُسْلِمِـيْنَ. 

Ahli-alhi sihir itu menjawab: “Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali. Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami”. (Mereka berdoa): “Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)”.  Qs. Al A’raaf 125-126.

Ini sungguh berbeda sekali dengan kehidupan para pendosa dan pelaku maksiat. Sebab berapa banyak dari mereka yang sebenarnya merasa jenuh dengan kehidupan yang mereka jalani. Sehingga tidak sedikit dari mereka yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Na’udzubillahi min dzalik.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button