Susah Taubat? Bag.18
Efek negatif dari maksiat dan dosa:
Kedelapan belas: Tidak memiliki gairah (hidup) untuk kebaikan.
Yang dimaksud tidak memiliki gairah hidup di sini adalah tidak memiliki gairah hidup yang positif. Jadi hidupnya hanya berkutat pada kemaksiatan dan dosa. Ini suatu musibah.
Bisa dibayangkan bukan? Bagaimana seorang manusia yang sama sekali tidak memiliki gairah hidup untuk kebaikan. Itu artinya bahwa prinsip hidupnya sehari-hari adalah maksiat dan dosa.
وَلَـتَجِـدَنَّـهُـمْ أَحْرَصَ النَّاسَ عَـلَى حَيَاةٍ وَ مِنَ الَّذِيْـنَ أَشْرَكُوْا، يَـوَدُّ أَحَدُهُـمْ لَوْ يُـعَمَّرُ أَلْفَ سَنَـةٍ وَمَا هُوَ بِـمُزَحْزِحِـهِ مِنَ الْعَذَابِ أَن يُـعَمَّـرَ، وًاللهُ بَصِـيْـرٌ بِمَا يَـعْمَلُوْنَ.
Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia) , bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereks ingin agar diberi umum seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Qs. Al Baqarah 96.
Kesembilan belas: Hilangnya rasa malu.

Ini juga musibah entah yang ke berapa. Bagaimana tidak? Berawal dari perbuatan maksiat dandosa yang terus menerus diulang-ulang akhirnya membuahkan hilangnya rasa malu.
Pepatah bahasa Arab mengatakan:
إِذَ أَنْـتَ لَـمْ تَسْـتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شَئْـتَ.
Jika engkau (sudah) tidak (memiliki rasa) malu maka berbuatlah sekehendakmu.
Dalam Al Qur’an, kata yastahyu (يَسْـتَحْيِ) yang berarti malu, terdapat pada enam ayat. Dan dari keenam ayat itu, ada empat ayat yang bermakna tetap membiarkan hidup tetapi hidupnya (bisa dikatakan) terlunta-lunta atau mengenaskan. Berikut ini setidaknya dua ayat yang dimaksud:
Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan para pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. Qs. Al Baqarah 49.
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari (Fir’aun dan) para pengikutnya, mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu, dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhanmu. Qs. Ibrahim 6.
Bila Ibnul Qayyim mengatakan bahwa salah satu efek negatif dari perbuatan maksiat dan dosa adalah hilangnya rasa malu. Itu maknanya bahwa dia akan berbuat sekehendak hatinya.
Tetapi ingat bahwa semakin dia berbuat sekehendak hatinya terhadap diri dan orang lain maka efek negatifnya adalah bahwa kelak orang-orang di sekitar dirinya akan jengah dan bahkan akan malas untuk memberi kepercayaan kepada dirinya.
Nah bila masyarakat sudah tidak lagi memberikan kepercayaan lalu bagaimana hidupnya? Bukankah seperti yang tertera pada kedua ayat di atas bukan?
Walhasil, perbuatan maksiat dan dosa itu akan merugikan dirinya sendiri.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
