Susah Taubat? Bag.12

Susah Taubat? Bag.12

Efek negatif dari maksiat dan dosa:

Setelah melakukan pertaubatan, seorang yang pernah melakukan maksiat dan dosa hendaknya menganggap bahwa semua perbuatan maksiat dan dosanya dahulu adalah suatu perbuatan yang sangat menjijikkan. Sehingga dirinya juga sangat jijik untuk kembali mendekatinya, apalagi kembali melakukannya. 

Itu yang harus ditanamkan pada dirinya.

Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitanya AD DAA-U WAD DAWAA’ menulis tentang efek negatif dari maksiat dan dosa, di antaranya:

Pertama: Terhalangnya ilmu.

efek negatif maksiat

Suatu Imam Malik melihat kecerdasan dan daya hafal Imam Syafi’i yang luar biasa. Imam Malik berkata, “Aku melihat Allah telah menyiratkan dan memberikan cahaya di hatimu, wahai anakku. Janganlah engkau padamkan cahaya itu dengan maksiat”.  

Kedua: Menutup mata hati. 

Allah Ta’ala berfirman: 

كَـلَّا، بَلْ رَانَ عَـلَى قُلُوْبِـهِمْ مَّاكَـانُوْا يَكْـسِبُوْنَ.

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. Qs. Al Muthaffifiin 14.

Imam Hasan mengatakan hal itu sebagai dosa yang berlapis dosa. Ketika dosa dan maksiat telah mwnumpuk, maka hatinya pun telah tertutup”.

Ketiga: Membuat segala urusan menjadi sulit.

Semua tahu bahwa ketaatan adalah cahaya sedangkan kemaksiatan adalah kegelapan. Karena dengan adanya cahaya maka semua uruan akan menjadi mudah sedangkan kegelapan maka segala urusan akan menjadi serba sulit.

Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kekuatan badan dan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengundang ketidak ceriaan pada raut wajah, kegelapan di dalam kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rezeki dan kebencian makhluk”. 

Keempat: Badan menjadi lemah.

Sesungguhnya kekuatan seorang mukmin itu terpancar dari kekuatan hati dan imannya. Sebagaimana dahulu, seorang sahabat Khabbab Ibnul ‘Ard radliyallahu ‘anhu.

Ketika beliau ditangkap musyrikin Quraisy lalu disiksa sedemikian rupa. Hingga beliau sudah tidak sanggup lagi mengangkat kepalanya (sementara badannya diikat pada tiang kayu), tetapi ketika beliau didatangi oleh tokoh musyrikin Quraisy lalu menawarkan; bila dirinya ingin lepas dari siksaannya maka beliau diminta agar menyerahkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Maka seketika kepalanya langsung tegak dan berkata lantang, “Wallahi, aku sangat tidak rela beliau kaki beliau harus menginjak duri. lebih baik tanganku ini yang aku pakai untuk melindungi kaki beliau daripada kaki beliau harus menginjak duri tersebut”.

Sungguh hal ini sebuah kekuatan disebabkan sedikitnya maksiat (atau bahkan tidka sama sekali) yang dilakukan oleh sahabat Khabbab radlilyallahu ‘anhu.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button