Susah Taubat? Bag.10
Syarat-syarat taubat:
عَنْ أَبِى كَبْـشَةَ الْأَنْـمَارِي –رضي الله عنه- أَنَّـهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ –صلى الله عليه وسلم- يَـقُوْلُ: (أُحَـدِّثُكُـمْ حَدِيْثًـا فَاحفَظُوهُ: إِنَّـمَا الدُّنْـيَا لِأَرْبَـعَـةِ نَـفَـرٍ: عَبْـدٍ رَزَقَـهُ اللهُ مَالًا وَعِـلْمًـا فَهُوَ يَـتَّـقِى فِيْـهِ رَبَّـهُ وَيَـصِلُ فِيْـهِ رَحِـمَهُ وَيَـعْلَـمُ لِلَّهِ فِيْـهِ حَـقًّـا، فَهَـذَا بِـأَفْضَلِ الْمَنَـازِلِ. وَعَـبْدٍ رَزَقَـهُ اللهُ عِـلْمًـا وَلَـمْ يَرْزُقْـهُ مَالًا فَهُـوَ صَادِقُ النِّـيَّـةِ يَـقُوْلُ: لَوْ أَنَّ لِى مَالًا لَـعَمِـلْتُ بِـعَمَـلِ فُـلَانٍ، فَهُـوَ بِـنِيَّـتِـهِ فَـأَجْرُهُـمَا سَوَاءُ، وَعَـبْدٍ رَزَقَـهُ اللهُ مَالًا وَلَـمْ يَـرْزُقْـهُ عِـلْمًا فَهُـوَ يَخْـبِطُ فِى مَالِـهِ بِغِـيْرِ عِـلْمٍ لَا يَـتَّـقِى فِيْـهِ رَبَّـهُ وَلَا يَصِلُ فِيْـهِ رَحِـمَهُ وَلَا يَـعْلَـمُ لِلَّهِ فِيْـهِ حَـقًّـا فَهَـذَا بِـأَخْـبَثِ الْمَـنَازِلِ، وَعَـبْدٍ لَمْ يَـرْزُقْـهُ اللهُ مَالًا وَلَا عِـلْمًـا فَهُـوَ يَـقُوْلُ: لَوْ أَنَّ لِى مَالًا لَـعَـمِلْتُ فِيْـهِ بِـعَمَـلِ فَلَانٍ، فَهُـوَ بِـنِيَّـتِهِ فَوِزْرُهُـمَـا سَوَاءٌ.
Dari Abu Kabsyah Al Anmari, dia mengatakan bahwa dia mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “(Aku sampai kepada kalian sebuah hadits maka hafalkanlah) Sesunggunya dunia hanyalah diberikan untuk empat golongan manusia:

Pertama: seorang hamba yang dikaruniai Allah dengan ilmu dan harta, dan dengan ilmu itu dia bertaqwa kepada Allah dan dengan hartanya dia dapat menggunakannya untuk menyambung tali silaturahim.
Dia tahu bahwa Allah memiliki hak kepadanya, dan inilah tingkatan yang paling baik.
Kedua: Seorang hamba yang diberi Allah ilmu tetapi tidak diberi harta, namun dia memiliki niat yang tulus sambil berkata: Andai saja aku memiliki harta, niscaya aku akan melakukan amalan seperti fulan.
Maka dengan begitu, dia mendapatkan apa yang dia niatkan, bagi keduanya pahala yang sama.
Ketiga: Seorang hamba yang diberikan harta namun Allah tidak memberikannya ilmu. Dia menggunakan hartanya tanpa ilmu, dia tidak takut kepada Allah yang mana memiliki hak atas harta dan dirinya. Dan inilah tingkatan terburuk.
Keempat: Seorang hamba yang tidak diberikan Allah harta maupun ilmu namun dia berkata: Andai aku memiliki harta tentu aku akan melakukan apa yang dilakukan oleh fulan yang menggunakan hartanya dengan semena-mena. Bagi keduanya, dosa yang sama”. Diriwayatkan Ahmad IV/230-231. Tirmidzi no. 2325, dan Ibnu Majah no. 4228.
Bagi para pelaku maksiat dan dosa hendaknya memperhatikan hadits di atas. Yakni bahwa ilmu dan harta itu sifatnya amanah. Tinggal manusianya saja; apakah dia mau mengikuti apa yang Allah perintahkan ataukah justru sebaliknya.
Bila mengikuti apa yang Allah tetapkan maka dia akan mendapatkan pahala (baik hanya diberi ilmu saja atau hanya harta saja. Atau bahkan tanpa keduanya).
Sebaliknya bila Allah berikan keduanya sekalipun (ilmu dan harta) tetapi dia tidak menyalurkan sesuai dengan kehendak Allah maka dia akan mendapatkan dosanya.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
