Susah Taubat? Bag.6

Susah Taubat? Bag.6

Melihat hadits-hadits di atas seharusnya kaum muslimin waspada terhadap dosa. Sekecil apapun itu. 

Para ulama salaf bahwa dosa kecil yang dianggap remeh itu menunjukkan bahwa pelakunya sangat minim rasa malunya, suka abai (dengan persoalan) serta tidak memiliki rasa takut kepada Allah. 

Yang sangat memprihatinkan nantinya (karena meremehkan) maka si pelaku akan melanjutkan dengan melakukan dosa-dosa yang besar. Sebab hal itu akan terus berkesinambungan.

Oleh karena itu tiada lain dalam mengerem tindak dosa-dosa kecil itu kecuali dengan memaksa untuk berhenti dan juga dibarengi dengan istighfar. 

istighfar

Oleh sebab itu jangan sekali-kali meremehkan maksiat yang dilakukannya tetapi berfikirlah bila dosa-dosa yang dianggap kecil dan remeh itu lama kelamaan membesar, maka akan lebih sulit lagi untuk kembali. Sebab dia semacam candu.

Ingatlah bahwa Allah Ta’ala Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat, tetapi Allah Ta’ala juga memiliki adzab yang pedih.

نَـبِّئْ عِـبَادِى أَنِّـى أَنَـا الْغَـفُوْرُ الرَّحِـيْـمُ. وَأَنَّ عَـذَابِـى هُوَ الْعَـذَابُ الْأَلِـيْـمُ.

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahwa sesungguhnya adzab-Ku adalah adzab yang sangat pedih. Qs. Al Hijr 49-50. 

Dua ayat di atas semuanya dikembalikan kepada manusia itu sendiri. Apakah dia mau bertaubat karena dosa-dosanya sehingga mendapatkan ampunan Allah Ta’ala dan mendapat kasih sayang-Nya. Atau justru gengsi bertaubat dari dosa-dosanya sehingga akan mendapatkan adzab Allah Ta’ala yang adzabnya sangat luar biasa pedihnya.

Semua kembali (lagi) kepada manusianya.

Setidaknya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri telah mengajarkan kepada umatnya untuk selalu melakukan (melafadzkan) istighfar sebanyak seratus kali. Hal ini bertujuan agar umatnya secara tidak langsung telah bertaubat dari dosa-dosa kecil yang telah diperbuatnya.

Adapun lafadz istighfar itu sendiri di antaranya:

– أَسْتَـغْـفِـرُ اللهَ وَأَتُـوْبُ إِلَيْهِ.

“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”. Diriwayatkan Ibnu Sunni dalam Amalul Yaum wal Lailah. No. 54. Ibnu Majah no. 925. Isnadnya Hasan menurut Abdul Qadir dan Syu’aib Al Arna-uth dalam Tahqiiq Zaadul Ma’aad 2/375. 

– لَاإِلَـهَ إِلَّا أَنْـتَ سُبْـحَانَـكَ إِنِّـى كُنْـتُ مِنَ الظَّالِمِـيْنَ. 

“Tidak ada  Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dhalim”. Qs. Al Anbiyaa’ 87.

Ternyata ampunan Allah Ta’ala itu sangat luas.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button