Sikap Yang Harus Dijalani Orang Mukmin Terhadap Pelaku Istihza’ Bag.3

Sikap Yang Harus Dijalani Orang Mukmin Terhadap Pelaku Istihza’ Bag.3

3. Orang mukmin itu umum dan da’i itu khusus.

Setelah menteladani dan mengikuti orang-orang shalih, terutama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabatnya. Maka hal yang perlu ditindak lanjuti adalah bahwa setiap juru dakwah haurs menyadari bahwa dirinya adalah pengemban risalah rasul. Atau sering juga disebut sebagai khalifatur rasul. 

Sebagaimana para rasul terdahulu, mereka selalu berhadapan dengan para tokoh kafir yang congkak dengan kekayaan dn kekuasaannya. Apabila hal itu ternyata juga terjadi pada diri seorang juru dakwah, maka ketahuilah bahwa hal itu sangat wajar.

Tetapi perlu diingat bahwa sejauh mana para wali setan itu memusuhi juru dakwah itu sebenarnya sebanding dengan nilai keikhlasan hati dan ketekunan serta keteguhan dalam berdakwah. Kalau begitu capek dong?

para mukmin dan da'i

Lha, apa usaha mereka dalam mengerem laju dakwah seorang da’i itu tidak capek?

إِنْ يَّمْسَـسْكُـمْ قَـرْحٌ فَـقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَـرْحٌ مِّثْلُـهُ، وَتِلْـكَ الْأَيَّـامُ نُدَاوِلُـهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَـعْلَـمَ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وِيَـتَّخِذَ مِنْكُـمْ شُهَدَآءَ، وَاللهُ لَا يُحِـبُّ الظَّالِمِيْنَ. 

Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (denagn orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang dhalilm. Qs. Ali Imran 140.

Jadi jangan dikira jika orang-orang yang memusuhi dan membully para juru dakwah Islam itu hidupnya enak dan nyaman. Sama sekali tidak!

Pada prinsipnya sama antara para juru dakwah dan mereka yang memusuhi para juru dakwah, sebagaimana ayat di atas.

Coba dibayangkan; Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam secara terus menerus berfikir (dengan panduan Ilahi) utnuk bagaimana caranya memenangkan dakwah ini. Sedangkan para tokoh musyrikin Quraisy juga berfikir (dengan panduan nafsu amarah dan setan) bagaimana caranya memadamkan cahaya Allah ini agar tidak ada lagi di bumi Makkah. 

Dengan begitu bukankah sama-sama berfikir; antara Rasulullah dan para tokoh musyrikin Quraisy? 

Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyuruh beberapa sahabat hijrah ke Habasyah. Lalu merekapun mengirim utusan ke Habasyah, yakni Amru bin ‘Ash (yang saat itu masih kafir). Tujuannya?

Untuk menggagalkan hijrah beberapa sahabat itu. Yakni agar raja Habasyah mengembalikan kaum muslimin yang hijrah ke negerinya.

Jadi, yang satu (Rasulullah) menyuruh untuk hijrah ke Habasyah demi menyelamatkan iman kaum muslimin. Yang satunya juga ke Habasyah, tetapi dengan tujuan untuk menggagalkan hijrahnya beberapa sahabat itu. 

Makanya di ayat sebelumnya Allah menyebutkan:

وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَهْزَنُوْا وَأَنْـتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْكُـنْتُـمْ مُؤْمِنِـيْنَ.

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang palling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Qs. Ali Imran 139.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button