Sikap Yang Harus Dijalani Orang Mukmin Terhadap Pelaku Istihza’ Bag.2
2. Menteladani orang-orang shalih.
Di atas sudah disebutkan bahwa Allah menurunkan Al Qur’an di antaranya berisi tentang informasi-informasi ketabahan para nabi dan rasul terdahulu dalam menghadapi kaumnya yang menentangnya.
Oleh karenanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pun akhirnya mengambil pelajaran dari informasi yang Allah beritakan melalui Al Qur’an. Yang kemudian beliau membuat rencana-rencana jitu agar dakwahnya benar-benar bisa sukses.
Dan ternyata memang sukses. Bahkan kesuksesannya itu hingga hari ini belum ada yang mampu menandinginya.
Oleh karena itulah para sahabat dan generasi berikutnya, mereka menapaki jejak dakwah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
لَقَدْ كَانَ لَكُـمْ فِى رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ جَسَنَةٌ لِّـمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَـرَ اللهَ كَثِـيْرًا.
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladanyang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Qs. Al Ahzaab 21.

Wal hasil, kesuksesan demi kesuksesan terus menerus berpihak kepada mereka. Dan jalan ini terus menerus diikuti oleh para khulafa’ur rasyidin yang telah mendapat pentunjuk (al mahdiyyin). Sehingga pada masa kekhilafahan Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu, kekuasaan Islam mencapai dua pertiga dunia.
Dan ketika umat Islam sudah mulai meninggalkan sistem dakwah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabatnya ternyata umat Islam langsung mengalami kemunduran yang sangat luar biasa.
Hingga Imam Ahmad bin Hambal sempat mengatakan, “Tidak akan pernah umat ini berjaya kecuali mereka kembali kepada ajaran dan sistem kenabian”.
Maka jangan sekali-kali “berijtihad” ketika berurusan dengan metode dakwah. Sebab semua yang sudah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam rintis itu adalah sebuah ajaran.
Coba lihatlah surat Al Fath di ayat terakhir (29); Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapip berkasih sayang terhadap sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia dan keridlaan Allah, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.
Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu menjadi kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati para penanamnya karena Allah hendak membuat jengkel hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Qs. Al Fath 29.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
