Akibat Dari Pelaku Istihza’ Bag.46
- Peringatan bagi pembenci Islam dan kaum muslimin yang tidak memililki alasan yang jelas.
Kepada semua orang yang membenci Islam dan kaum muslimin. Terutama mereka-mereka yang dengan ‘senang hati’ membully, melecehkan dan istihza’ terhadap Islam dan kaum muslimin. Wa bil khusus yang ingin memadamkan cahaya Allah; alangkah lebih baiknya melihat kisah-kisah (akhir kehidupan) para tokoh Quraisy berikut ini (contoh selanjutnya):
– Al Aswad bin Muthalib, Ibnu Abdul Yaghuts dan Harits bin Qais.

Semasa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berdakwah di Makkah ketiga orang ini selalu saja melalukan cemoohan, hujatan dan pendustaan terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Tetapi dengan penuh kesabaran, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tetap saja meneruskan dakwahnya tanpa henti. Hingga Allah Ta’ala menghiburnya dengan firman-Nya;
فَاصْدَعْ بِـمَا تُؤْمَرُوَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكَـيْنَ. إِنَّـا كَفَـيْنَـاكَ الْمُسْتَهْـزِءِيْنَ. الَّذِيْنَ يَجْـعَلُوْنَ مَعَ اللهِ إِلَـهًا آخَرَ، فَسَوْفَ يَعْـلَمُوْنَ.
Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olok (kamu), (Yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain selain Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya). Qs. Al Hijr 94-96.
Sebenarnya ketiga ayat di atas sudah bisa dijadikan Rasulullah sebagai hiburan. Namun karena saking keterlaluan hujatan dan cemoohan ketiga orang pencemooh tersebut, Rasulullah pernah berdoa yang tidak baik untuk mereka. Lalu seperti kena tulah/walat, kelima orang pencemooh itu celaka dan tewas dengan aneka macam cara yang buruk.
Ibnu Ishaq menyatakan bahwa ia mendapat cerita dari Yazid bin Ruman dari Urwah bin Zubair bahwa sewaktu orang-orang Quraisy melakukan thawaf di Ka’bah dan Rasulullah berdiri di samping Ka’bah, malaikat Jibril melewati Al Aswad bin Muthalib, kemudian Jibril melemparkan daun hijau ke wajahnya dan Al Aswad bin Muthalib pun menjadi buta.
Malaikat Jibril berjalan melewati Al Aswad bin Abdu Yaghuts, kemudian Jibril memberi isyarat ke perut Al Aswad bin Abdu Yaghuts. Lalu Al Aswad bin Abdu Yaghuts mati dengan perut gembung.
Malaikat Jibril seterusnya berjalan melewati Walid bin Mughirah dan memberi isyarat kepada bekas luka di bawah telapak kakinya. Luka akibat terkena bulu anak panah Bani Kuza’ah yang telah sembuh tiba-tiba kambuh yang membawa kematian Walid bin Mughirah.
Malaikat Jibril berjalan terus melewati Al ‘Ash bin Wail dan memberi isyarat ke arah telapak kaki Al’Ash bin Wail. Ketika Al ‘Ash bin Wail pergi ke Tha’if dengan keledainya, tiba-tiba keledanya menerabas semak berduri dan duri semak-semak itu menancap di telapak kaki Al ‘Ash bin Wail yang membuatnya tewas.
Kemudian malaikat Jibril berjalan melewati Harts bin Thulathilah dan memberi isyarat ke kepalanya. Kemudian kepala Harts bin Thulathilah mengeluarkan cairan yang membuatnya tewas.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
