Akibat Dari Pelaku Istihza’ Bag.44

Akibat Dari Pelaku Istihza’ Bag.44

  • Peringatan bagi pembenci Islam dan kaum muslimin yang tidak memililki alasan yang jelas.

Kepada semua orang yang membenci Islam dan kaum muslimin. Terutama mereka-mereka yang dengan ‘senang hati’ membully, melecehkan dan istihza’ terhadap Islam dan kaum muslimin. Wa bil khusus yang ingin memadamkan cahaya Allah; alangkah lebih baiknya melihat kisah-kisah (akhir kehidupan) para tokoh Quraisy berikut ini (contoh kedua):

– Al ‘Ash bin Waa-il.

Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan dia mengatakan: “Pasti aku akan diberi harta dan anak”. Adakah dia melihat yang ghaib atau dia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah? Sekali-kali tidak, Kami akan menulis apa yang dia katakan, dan benar-benar Kami akan memperpanjang adzab untuknya. Dan Kami akan mewarisi apa yang dia katakan itu, dan dia akan datang kepada Kami seorang diri. Qs. Maryam 77-80.

Al ‘Ash bin Waa-il

Ayat ini turun ketika Khabbab Ibnul Art, seorang pandai besi, mendatangi Al ‘Ash bin Waa-il untuk menagih utangnya. Ternyata jawaban Al ‘Ash bin Waa-il ini sangat menyakitkan bagi Khabbab Ibnul Art. 

Kata Al ‘Ash bin Waa-il, “Demi Tuhan, aku tidak akan membayarmu sebelum kamu kafir kepada Muhammad”. 

Maka Khabbab berkata,”Tidak, demi Allah, aku tidak akan kafir kepada Muhammad sampai kamu mati pun, kemudian kamu dibangkitkan”. 

Al ‘Ash bin Waa-il mengatakan, “Kalau demikian, biarlah saya mati, lalu saya dibangkitkan dan kamu datang kepadaku, karena saat itu aku mempunyai harta dan anak, dan aku akan membayarmu”. Maka Allah menurunkan ayat di atas.

Sementara itu Al ‘Ash bin Waa-il adalah orang tua dari Hisyam bin ‘Ash dan ‘Amru bin ‘Ash.

Hisyam bin ‘Ash termasuk pemuda pertama yang beriman kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Begitu mengetahui keislaman anaknya itu, Al ‘Ash bin Waa-il menyiksa Hisyam hampir setiap hari. Dia justru merasa bangga karena dipuji-puji para pemimpin Quraisy yang menilai Al ‘Ash lebih melindungi agama nenek moyang daripada nyawa anaknya sendiri.

Saudara kandung Hisyam yang lebih tua bernama ‘Amru bin ‘Ash. Sejarah mengenangnya sebagai sang pembebas Mesir. ‘Amr masuk Islam lebih belakangan daripada Hisyam.

Al ‘Ash bin Waa-il bukan hanya bengis kepada kedua anaknya yang masuk saja. Melainkan dia juga sering menyakiti hati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Di antaranya dialah penyebab turunnya surat Al Kautsar.

Surat yang turun sebagai penyejuk bagi hati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Akhir hidup Al ‘Ash sungguh tragis. Dia mengalami kecelakaan dalam perjalanan ke Thaif. Saat sedang beristirahat, kakinya tertusuk duri. Tak lama kemudian, kedua kakinya membengkak hingga sebesar leher unta.

Sejak saat itu, Al ‘Ash hanya bisa tergeletak tak berdaya di atas dipan. Bahkan, tidak hanya kakinya. Seluruh tubuhnya kemudian membusuk sehingga orang-orang tak sudi mendekatinya. Demikian keadaannya sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button