Akibat Dari Pelaku Istihza’ Bag.42

Akibat Dari Pelaku Istihza’ Bag.42

  • Kaum nabi Musa ‘alaihi salam. 

Berawal dari kemunculan nabi Musa ‘alaihi salam dari persembunyiannya dengan didampingi nabi Harun ‘alaihi salam. Dan saat menghadap pun nabi Musa ‘alaihi salam langsung mengatakan bahwa dirinya sudah diangkat menjadi seorang nabi dan rasul. Lalu mengajak Fir’aun agar mau beriman kepada Allah dan dirinya. 

Mengetahui (nabi) Musa mengajak beriman kepada Allah dan dirinya maka Fir’aun pun langsung mengumpulkan para dukunnya. Tujuannya ada dua; ingin melakukan istihza’ kepada nabi Musa dan mematahkan mu’jizat yang dibawakan nabi Musa ‘alaihi salam.

Ya, yang dimaksud dengan istihza’ di situ adalah bila (harapan Fir’aun tentunya) nabi Musa kalah maka secara tidak langsung nabi Musa akan dipermalukan oleh seluruh yang hadir. 

kaum nabi musa

Namun rencana Allah-lah yang paling jitu. Ya, rencana busuk Fir’aun justru yang berantakan. Sebab ular-ular para tukang dukunnya malah dilumat oleh ular raksasa nabi Musa ‘alaihi salam.

Wal hasil Fir’aun pun mengambil cara-cara yang tidak fair. Yakni Fir’aun langsung memberangus nabi Musa ‘alaihi salam dan para pengikutnya. Hingga nabi Musa dan para pengikutnyapun dikejar-kejar untuk dibunuh.

Maka nabi Musa ‘alaihi salam mengajak kaumnya yang beriman untuk lari agar terhindar dari makar busuknya Fir’aun.

فَلَـمَّا تَرَاءَ الْجَمْـعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوْسَى إِنَّـا لَمُدْرَكُوْنَ. قَالَ كَلَّا، إِنَّ مَعِـيَ رَّبِّى سَيَـهْدِيْـنِ. فَـأَوْحَيْنَـا إِلَى مُوْسَى أَنِ اضْرِبْ بِعَـصَاكَ الْبَحْرَ، فَـانْـفَلَقَ فَكَـانَ كُـلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيْمِ. فَـأَزْلَفْـنَا ثَـمَّ الْآخَرِيْنَ. وَأَنْـجَيْنَـا مُوْسَى وَمَنْ مَّعَهُ أَجْـمَـعِيْنَ. ثُـمَّ أَغْرَقْـنَا الْآخَرِيْنَ.

Maka setelah kedua golongan itu salilng melihat, berkatalah para pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”. Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul, sesungguhnya Tuhanku bersamaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”. Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. Qs. Asy Syu’araa’ 61-66.

Pada ayat terakhir di atas disebutkan bahwa Allah menenggelamkan golongan yang lain. Maksudnya Fir’aun dan bala tentaranya. 

Dan perlu diketahui bahwa ketika Fir’aun tenggelam itu dia langsung berteriak dengan mengatakan bahwa dirinya BERIMAN KEPADA ROBBNYA MUSA DAN HARUN. 

Namun sayang, pernyataannya saat itu sudah terlambat. Sehingga pernyataannya itu sia-sia belaka. Kenapa?

Setelah diselidiki ternyata tidak hanya sekali itu saja Fir’aun mendapat teguran. Tetapi setiapkali muncul teguran dari Allah, Fir’aun langsung mengundang nabi Musa untuk ‘mencabut’ bentuk tegurannya itu. Dengan janji; dia akan beriman setelah tegurannya itu berlalu. Tetapi kenyataannya Fir’aun selalu saja ingkar janjinya.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button