Akibat Dari Pelaku Istihza’ Bag.41

Akibat Dari Pelaku Istihza’ Bag.41

  • Kaum nabi Syu’aib ‘alaihi salam.

Ingin tahu kaum pebisnis tapi culas? Lihatlah kaumnya Syu’aib ‘alaihi salam. Bahkan keculasannya itu sampai-sampai Allah menurunkan ayat-ayat-Nya agar jangan sampai orang/kaum lain menirukan perbuatan mereka. 

Secara umum Allah Ta’ala berfirman:

وَيْلٌ لِّـلْمُطَفِّـفِيْنَ. الَّذِيْنَ إِذَا اكْـتَالُوْا عَـلَى النَّاسِ يَسْـتَوْفُوْنَ. وَإِذَا كَالُوْهُـمْ أَوْ وَّزُوْهُـمْ يُخْسِرُوْنَ. 

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Qs. Al Muthaffifiin 1-3.

Oleh karenanya Allah mengutus nabi Syu’aib ‘alaihi salam untuk menyampaikan risalah tauhid lalu meluruskan sistem perdagangan kaumnya yang sangat merugikan orang lain. 

Namun begitu kaumnya masih hormat terhadap nabi Syu’aib a’alihi salam. Sebab beliau sangat santun dalam menyampaikan dakwahnya. 

kaum nabi syuaib

قَالُوْا يَـا شُعَيْـبُ أَصَلَوَاتُكَ تَـأْمُرُكَ أَنْ نَـتْرُكَ مَا يَعْـبُدُ آبَـآؤُنَـا أَوْ أَنْ نَفْعَـلَ فِى أَمْوَالِنَـامَا نَشَـاءُ، إِنَّكَ لَأَنْـتَ الْعَلِيْـمُ الرَّشِيْدُ.

Mereka berkata: “Wahai Syu’aib, apakah agamamu yang menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami berbuat apa (saja) yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal”. Qs. Huud 87.

Tetapi yang namanya cahaya itu selalu bertabrakan dengan kegelapan. Seperti nyamuk, mereka sangat nyaman dengan kegelapan. Sebab kondisi yang gelap mereka akan dengan sangat mudah terbang lalu mendarat pada tubuh manusia yang berada di kegelapan itu dan,,, menyedot darah manusia itu hingga kenyang.

Maka ketika tahu-tahu muncul cahaya para nyamuk spontan akan segera terbang menhindari cahaya yang akan membuat manusia yang anggota tubuhnya digigit akan tahu posisi nyamuk tersebut. Dan tentunya nyamuk itu pasti segera ditumpasnya.

Hal yang sama juga terjadi pada para tokoh kaumnya nabi Syu’aib ‘alaihi salam. Begitu cahaya Allah ini terus menerus didengung-dengungkan oleh nabi Syu’aib ‘alaihi salam maka mereka pun marah besar. Sebab mereka takut jika nantinya keuntungan mereka akan berkurang. 

Maka para tokoh inilah yang kemudian melakukan provokasi kepada kaum lainnya untuk membenci dan bahkan memerangi nabi Syu’aib ‘alaihi salam beserta para pengikutnya. 

Para pemuka dari kaum (nabi) Syu’aib yang menyombongkan diri berkata: “Sesungguhnya kami akan mengusir kamu, wahai Syu’aib, dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami”. Berkata Syu’aib: “Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?”. “Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami daripadanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki (nya). pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya”. Para pemuda kaum Syu’aib yang kafir berkata: “Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu, jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi”. Qs. Al A’raaf 88-90.

Lalu apa provokasinya? 

Ya apa lagi kalau bukan istihza’?

Dan tahu sendiri bukan kalau istihza’ dan pembangkangan terhadap nabi dan rasul-Nya. apa yang didapatkan mereka? Tiada lain adalah adzab. Lihat surat Al A’raaf 94-95.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button