Akibat Dari Pelaku Istihza’
Sebelum masuk pada pembahasan tentang akibat yang akan diterima oleh para pelaku istihza’ ada baiknya merenungkan ayat-ayat di bawah ini:
أَفَنَـجْعَلُ الْمُسْلِـمِيْنَ كَالْمُجْرِمِيْنَ. مَالَكُـمْ كَيْفَ تَحْـكُـمُوْنَ.
Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? Mengapa kamu (berbuat demikian): Bagaimanakah kamu mengambil keputusan? Qs. Al Qalam 35-36.
إِنَّ الَّذِيْنَ يُحَـآدُّوْنَ اللهَ وَرَسُوْلَـهُ أُوْلَئِـكَ فِى الْأَذَلِّـيْنَ. كَتَـبَ اللهُ لَأغَـلِبَـنَّ أَنَـا وَرُسُلِى، إِنَّ اللهَ قَوِيٌّ عَزِيْـزٌ.
Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Qs. Al Mujaadalah 20-21.
Dari kedua surat di atas menunjukkan tentang bagaimana kesudahan bagi orang-orang yang menentang (pengikut) Allah dan (pengikut) rasul-Nya.
Sedangkan cara menentangnya pun bermacam-macam. Mulai dari hanya sekedar menghina, mencibir, menolak, melakukan istihza’ (termasuk di dalamnya fitnah), pembully-an, hingga pembunuhan (baik pembunuhan karakter maupun pembunuhan secara fisik).
Adapun ending dari setiap episode para penentang (pengikut dan pembawa risalah) Allah dan rasul-Nya itu; di antaranya telah Allah abadikan dalam Al Qur’an. Tujuannya sebagai bahan renungan bagi siapa saja.

Berikut ini di antara orang-orang/kaum yang telah menentang (pengikut) Allah dan rasul-Nya dengan ending yang sangat menyedihkan.
• Kaum nabi Nuh ‘alaihi salam.
فَـكَذَّبُوْهُ فَـأَنْـجَيْناهُ وَالَّذِيْنَ مَعَـهُ فِى الْفُلْـكِ وَأَغْـرَقْـنَاالَّذِيْنَ كَـذَّبُوْابِـآيَـاتِـنَا، إِنَّـهُمْ كَانُوْا قَوْمًـاعَـمِيْنَ.
Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya). Qs. Al A’raf 64.
Bisa dibayangkan bukan? Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun tetapi yang didapatkan hanya penolakan kecuali sedikit sekali kaumnya yang mengikuti. Padahal jauh-jauh hari sebelumnya selalu diingatkan bila tidak mau beriman kepada Allah kepadanya maka akan mendapatkan ancaman keburukan di dunia maupun di akhirat kelak.
Namun kenyataannya justru nabi Nuh ‘alaihi salam dibenci, dibully, dimusuhi dan sebagainya. Bahkan putranya pun ikut-ikutan bersama kaumnya membully bapaknya sendiri, nabi Nuh ‘alaihi salam.
Maka tidak heran bila putranya pun ikut ditenggelamkan Allah Ta’ala:
Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke atas gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!”. Nuh berkata: “Tidak ada yang dapat melindungi hari ini dari adzab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombong menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. Qs. Qs. Huud 43.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
