Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.16

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.16

Istihza’ kedua: istihza’ kepada syi’ar-syi’ar Islam dan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. (lanjutan).

Ternyata selain kalimat jumud dan terbelakang yang disematkan para peleceh –istihza’- itu. Mereka juga coba menggoyang keyakinan lainnya yang berkaitan dengan aqidah ini. Di antaranya:

– Siksa kubur.

Mengherankan memang. Para sahabat dahulu mengimaninya dengan sepenuh hati, tetapi justru pada zaman ini malah ada orang-orang tertentu atau sekelompok orang yang mempertanyakan tentang siksa kubur.

Mereka mengatakan bahwa jika memang ada siksa kubur berarti Allah tidak adil dong. Na’udzubillah. 

Alasannya; bila orang-orang terdahulu yang meninggal pada masa lalu (berjuta tahun yang lalu) misalnya. Bila mereka telah melakukan kemaksiatan lalu mereka mati. Maka dia akan disiksa. Dan siksaannya itu akan terus mereka terima hingga hari Kiamat. Sedangkan orang-orang di akhir zaman, mereka mati pas terjadinya Kiamat. Maka sudah dipastikan bahwa mereka tidak akan mendapatkan siksa kubur.

siksa kubur

Perlu diketahui bahwa manusia yang di akhir zaman; yakni terjadinya Kiamat, sesungguhnya mereka ini sama sekali tidak ada yang beriman. Sebab pada saat ini seluruh tulisan Al Qur’an yang ada di mushaf-mushaf Al Qur’an akan hilang. Pintu taubat sudah tertutup rapat. Dan semua manusia saat itu kafir! Sebab pintu taubat sudah tertutup. 

Bila sudah seperti begini kondisinya, kemudian terjadilah Kiamat itu. Jadi memang tidak ada lagi manusia yang dikuburkan. Sebab tidak ada lagi orang yang hidup. Karenanya begitu selesai Kiamat kemudian Allah membangkitkan manusia semuanya di padang mahsyar. Dan seterusnya proses itu berjalan dengan sudah tidak ada lagi proses kehidupan di alam kubur.

Jadi walaupun tanpa adanya proses kehidupan di alam kubur, mereka yang hidupnya di akhir zaman (ketika menjelang Kiamat) karena pintu taubat tertutup maka mereka sudah pasti masuk neraka. 

Adapun orang yang mengalami kehidupan di alam kubur, lalu mereka mendapat siksa (atau nikmat) kubur maka setidaknya mereka masih punya harapan; mendapatkan syafa’at dari Allah dan para rasul-Nya. 

Sebab orang-orang yang mendapat siksa kubur itu bisa saja dia muslim. Sementara itu menurut aqidah ahlu sunnah; bagi setiap muslim pasti akan masuk surga. Walaupun dia –bisa jadi- harus menebus dosa-dosanya di neraka dahulu hingga dosa-dosanya lebur. Atau justru malah mendapatkan syafa’at dari Allah dan rasul-Nya. 

Nah setelah dosa-dosanya habis barulah orang tersebut akan dimasukkan ke dalam surga. 

Bukankah dahulu –ketika Abu Thalib sakit tua- dijenguk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Lalu beliau mengatakan kepada pamannya: “Wahai paman, katakanlah لَا إِلَهَ إِلَّا الله، مُـحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله engkau pasti beruntung –masuk surga”.  

Jadi jelas bahwa siksa kubur itu ada –sebagaimana banyak hadits yang menyebutkan tentang itu-. Adapun bagi kaum muslimin maka Allah dan rasul-Nya kelak juga akan memberikan syafa’at. Sehingga dia akan bisa dimasukkan ke dalam surga.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button