Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.9

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.9

Istihza’ kedua: istihza’ kepada Rasululah shalallahu ‘alaihi wa salam.

d. Novel.

Novel sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cerita-cerita fiktif lainnya. Hal itu sangat jauh berbeda dengan cerita yang ada pada Al Qur’an dan As Sunnah. Jika novel dan cerita-cerita fiksi itu hanyalah sebuah karangan yang penuh imaginasi, sedangkan cerita-cerita dari Al Qur’an maupun As Sunnah adalah suatu kisah nyata yang pernah terjadi.

Selain itu semua cerita-cerita yang berasal dari Al Qur’an dan As Sunnah –selain asli dan pernah terjadi-, juga memiliki kandungan hikmah serta pelajaran bagi umat manusia sesudahnya.

وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَـاهُمْ عَـلَيْكَ مِنْ قَبْـلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَـقْصُصْهُـمْ عَـلَيْكَ، وَكَـلَّـمَ اللهُ مُوْ سَى تَكْـلِيْمًا.

Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung. Qs. An Nisaa’ 164.

نَحْنُ نَـقُصُّ عَـلَيْكَ أحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَآ أَوْحَيْنَـآ إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْءآنَ وَإنْ كُـنْتَ مِنْ قَبْـلِهِ لَمِنَ الْغَـافِلِيْنَ.

Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. Qs. Yusuf 3.

ayat ayat setan

حَتَّى إِذَا اسْتَيْـئَسَ الرُسُلُ وَظَنُّوْا أَنَّـهُمْ قَدْ كُذِبُوْا جَآءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُـجِّيَ مَنْ نَـشَاءُ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَـا عَنِ الْقَوْمَ الْمُجْرِمِيْنَ. لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِـمْ عِبْـرٌ لِّأُوْلِى الْأَلْبَـابِ، مَاكَانَ حَدِيْثًـا يُفْـتَرَى وَلَكِـنْ تَصْدِيْقَ الَّذِى بَيْـنَ يَدَيْهِ وَتَـفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ.

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang yang beriman. Qs. Yusuf 110-111.

Coba bandingkan, novel-novel fiksi yang dibuat orang-orang yang dengan sengaja melakukan istihza’ dalam isi ceritanya itu. Dengan isi cerita yang Allah tuangkan dalam Al Qur’an atau dengan cerita Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ceritakan dalam hadits-hadits shahihnya.

Sungguh sangat berbeda!

Salah satu contohnya adalah novel AYAT-AYAT SETAN, karya Salman Rusydi. Di sana dia menceritakan dengan penuh istihza’ dan kebenciannya terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sehingga (karena bencinya) dalam narasi ceritanya tersebut disebutkan bahwa ada seorang pelacur bernama ‘Aisyah. Sedangkan pelanggannya bernama Muhammad. Na’udzubillah wa laa haula wa laa quwwata illa billahi!

Ini sungguh sangat terlalu sekali dan sama sekali tidak ada nilai kandungan hikmahnya. Yang ada justru ajakan permusuhan dan adu domba.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button