Istihza’ Akibat Dari Ditolaknya Dakwah Kepada Allah Bag.14

Istihza’ Akibat Dari Ditolaknya Dakwah Kepada Allah Bag.14

Pada prinsipnya sama saja antara kaumnya nabi Nuh dan nabi Hud ‘alaihima salam. Mereka menentang para nabinya dengan cara membanding-bandingkan Allah dengan tuhan-tuhan mereka.

Selain itu mereka juga selalu menuduh para nabi itu dengan tuduhan “menginginkan” kehidupan dunia, berupa; pangkat, kedudukan dan kemuliaan di sisi manusia. Begitulah bentuk istihza’ mereka.

Adapun terhadap nabi Shalih ‘alaihi salam, maka bentuk penolakannya agak sedikit berbeda. Para pemuka/tokoh masyarakatnya menolak risalah nabi Shalih dengan cara “menggembosi” para pengikut nabi Shalih dari kalangan bawah/miskin.

Yaitu mereka mengatakan bahwa pada dasarnya unta yang nabi Shalih (disuruh) menjaganya itu tidak jauh berbeda dengan unta-unta pada umumnya. Termasuk unta milik mereka sendiri.

Maka bentuk istihza’nya adalah dengan cara mereka dengan congkaknya menyembelih unta yang sudah lama dijaga nabi Shalih (karena atas perintah Allah) dihadapan orang banyak.

kisah nabi saleh

Setelah itu dengan congkak pula mereka menantang kepada nabi Shalih untuk memperlihatkan adzab (inilah bentuk istihza’ berikutnya) Allah itu. Na’udzubillah.

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِيْـنَ اسْتَكْـبَرُوْا مِنْ قَوْمِهِ لِلَّذِيْنَ اسْتُضِفُوْا لِمَنْ آمَنَ مِنْـهُمْ أَتَعْـلَمُوْنَ أَنَّ صَالِحًا مُّرْسَـلٌ مِّنْ رَّبِّـهِ، قَالُوْا إِنَّـا بِمَـا أُرْسِلَ بِهِ مُؤْمِنُوْنَ. قَالَ الَّذِيْنَ اسْتَكْـبَرُوْا إِنَّـا بِالَّذِى آمَنْـتُمْ بِهِ كَافِرُوْنَ. فَعَـقَرُوْا النَّـاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّـهِمْ وَقَالُوْا يَآ صَالِحُ ائْتِـنَـا بِمَـا تَعِدُنَا إِنْ كُنْـتَ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ.

Para pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: “Tahukah kamu bahwa Shalih diutus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shalih diutus untuk menyampaikannya”. Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu”. Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh tehadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: “Hai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah). Qs. Al A’raaf 75-77.

Ya, setelah mereka dengan beraninya melakukan istihza’ dengan cara menantang itulah akhirnya Allah bayar cash tantangannya dalam waktu dekat.

فَأَخَذَتْـهُـمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوْا فِى دِيَـارِهِـمْ جَاثِـمِيْنَ. فَتَوَلَّى عَنْـهُمْ وَقَالَ يَـآ قَوْمِ لَقَدْ أَبْـلَغْـتُـكُمْ رَسَاَلَـةَ رَبِّى وَنَصَحْتُ لَكُـمْ وَلَكِنْ لَّا تُحِبُّـوْنَ النَّـاصِحِيْنَ.

Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka. Maka Shalih meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanah Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat”. Qs. Al A’raaf 78-79.

Jadi, janganlah suka beristihza’ dengan cara menantang akan ancaman Allah.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button