Istihza’ Akibat Dari Ditolaknya Dakwah Kepada Allah Bag.12
Orang-orang terdahulu melakukan istihza’ dengan cara melecehkan syariat Allah. Hal itu setidaknya terlihat dari perjuanagn dakwahnya nabi Nuh ‘alaihi salam yang telah berdakwah selama 950 tahun.
Dalam istihza’nya, kaumnya mentertawakan ketika melihat nabi Nuh ‘alaihi salam membuat kapal besar di atas gunung.
وَ يَصْنَـعُ الْفُلْـكَ وَ كُـلَّـمَا مَرَّ عَـلَيْهِ مَلَأٌ مِّنْ قَوْمِـهِ سَخِـرُوْا مِنْـهُ، قَالَ إِنْ تَسْـخَرُوْا مِنَّـا فِـإِنَّـا نَسْـخَرُ مِنْـكُمْ كَمَـاتَسْـخَرُوْنَ. فَسَوْفَ تَعْـلَمُوْنَ مَنْ يَـأْتِـيْهِ عَذَابٌ يُـخْزِيْـهِ وَيَـحِلُّ عَلَـيْهِ عَذَابٌ مُّقِـيْمٌ.
Dan mualialh Nuh membuat bahtera. Dan setiapkali pimpinan kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh adzab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa adzab yang kekal”. Qs. Huud 38-39.

Padahal jauh-jauh hari nabi Nuh juga sudah menyampaikan dakwahnya.Tetapi kebanyakan dari mereka menutupi telinga mereka.
وَإِنِّى كُـلَّمَـا دَعَوْتُـهُـمْ لِتَغْـفِرَلَـهُمْ جَعَـلُوْا أَصَـابِعَـهُمْ فِىْ آذِانِـهِمْ وَاسْـتَغْـشَوْا ثِـيَابَـهُمْ وَأَصَرُّوْا وَاسْتَـكْـبَرُوْا اسْتِـكْبَـارًا.
Dan sesungguhnya setiapkali aku (nabi Nuh) menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. Qs. Nuh 7.
Bahkan para pemimpin kaumnya menuduh (ini juga disebut istihza’) nabi Nuh dengan tuduhan bahwa nabi Nuh ingin dihormati dan ingin menjadi tokoh.
فَقَـالَ الْمَـلَؤ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِـهِ مَا هَذَا إِلَّا بَشَرٌ مِّثْـلُكُـمْ يُرِيْدُ أَنَ يَـتَفَـضَّلَ عَـلَيْكُـمْ وَلَوْ شَآءَ اللهُ لَأَنْـزَلَ مَلَائِكَـةً مَّا سَمِـعْنَـا بِهَذَا فِى آبَائِـنَا الْأَوَّلِيْنَ. إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُـلٌ بِّـهِ جِنِّـةٌ فَتَـرَبَّـصُوْا بِهِ حَـتَّى حِيْنٍ.
Maka para pemuka orang-orang kafir di antara kaumnya menjawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Dia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai sautu waktu”. Qs. Al Mukminun 24-25.
Subhanallah. Sampai segitunya para petinggi kaum apabila hatinya sudah rusak. Sehingga mereka menuduh para juru dakwah dengan sebutan yang keji. Mereka lemparkan fitnah-fitnah murahan berupa keinginan dunia kepada para juru dakwah (nabi).
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
