Awal Munculnya Istihza’ Bag.10

Awal Munculnya Istihza’ Bag.10

b. Abdah bin Abdurrahman.

Di atas sudah dikisahkan dari seorang yang pernah hidup bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Bahkan pernah juga beriman kepada Allah dan rasul-Nya, hingga dia pun pernah juga berpeluh mandi keringat berperang bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabat ridlwanullahu ‘alaihim.

Tetapi karena dia –Rajjal bin Unfuwah- silau dengan dunia, maka dia jual agamanya dengan secuil dunia yang fana ini. Dan karena dunia itu pulalah dia berani beristihza’ dengan cara ‘menjual’ nama Rasulullah sahalallahu ‘alaihi wa salam.

Dan untuk membuktikan ucapannya itu tidak tanggung-tanggung, dia mati berkalang tanah membela nabi palsu. Na’udzubillah min dzalik.

Nah ternyata kasus ini tidak berhenti hanya sampai pada Rajjal bin Unfuwah saja, tetapi juga berlanjut pada zaman tabi’in.

Adapun orang yang naas pada masa itu adalah Abdah bin Abdurrahman.

Ya, naas. Sebab sebelumnya dia adalah seorang yang hafal Al Qur’an tetapi di akhir hayatnya semua ayat yang dihafalnya hilang menguap begitu saja. Dan tidak bisa kembali lagi ke dalam Islam. Na’udzubillah.

Abdah bin Abdurrahman

Ya, Abdah bin Abdurrahman awalnya adalah seorang hafidz Al Qur’an. Selain itu dia juga seorang yang gagah berani di setiap di medan perang. Hal itu terbukti dengan banyaknya pasukan Romawi yang terkena tebasan pedangnya.

Hampir semua orang beranggapan bahwa kelak dia akan masuk surga. Sebab selain hafal Al Qur’an, Abdah bin Abdurrahman juga gagah benari di medan perang. Dia juga sangat zuhud terhadap dunia, ilmunya sangat luar biasa, ibadahnya luar biasa –terkhusus puasa Daudnya dan ketaqwaannya.

Namun tidak dinyana. Sebuah musibah yang menimpanya membuat dirinya berubah nasibnya. Yaitu dari dia mengganti akhiratnya dengan dunia yang fana ini. Yaitu mengganti iman dengan kekufuran.

Dia lupa dengan firman Allah Ta’ala:

إِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهِ الْإِسَلَامُ، وَمَا اخْتَلَـفَ الَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْكِتَـابَ إِلَّا مِنْ بَّعْدِ مَا جَآءَهُـمُ الْعِلْـمُ بَغْـيًا بَّيْـنَهُـمْ، وَمَنْ يَكْفُـرْ بِآيَاتِ اللهِ فَإِنَّ اللهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ.

Sesungguhnya agama (yang diridlai) di sisi Allah ahnyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisapnya. Qs. Ali Imran 19.

Ya, Abdah bin Abdurrahman murtad hanya karena ketika dalam peperangan itu dia melihat di benteng musuh ada seorang wanita Romawi yang cantik yang mampu menggetarkan jiwanya.

Ketika dia menanyakan kepada wanita itu tentang bagaimana caranya agar dirinya memilikinya. Maka si wanita menjawab bahwa Abdah bin Abdurrahman bisa dengan mudah memilikinya. Sebab syaratnya sangat mudah. Yakni Abdah bin Abdurrahman cukup berganti agama saja menjadi nasrani.

Dan benar, setelah Abdah bin Abdurrahman murtad lalu memeluk nasrani maka Abdah benar-benar bisa menikahi wanita nasrani tersebut.

Anehnya, ketika sudah menikahi wanita nasrani tersebut seketika semua hafalan Al Qur’an yang dahulu pernah dihafalnya langsung lenyap kecuali dua ayat saja. Yakni surat Al Hijr 2-3. Na’udzubillah.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button