Awal Munculnya Istihza’ Bag.8

Awal Munculnya Istihza’ Bag.8

Ternyata penyebab istihza’ itu sangat banyak. Dan yang paling dominan adalah ya yang kelima ini;

5. Taklid buta

Ya taklid buta itu membuat orang yang bodohpun ikut-ikutan berlaku istihza’. Jangankan yang bodoh, yang pandaipun terkadang ada yang terikut. Padahal sebenarnya mereka tidak tahu apa-apa sebenarnya. Tetapi karena kebodohannya akhirnya merekapun melakukan apa yang dilakukan oleh para pendahulunya, atau para tokoh mereka yang selalu mereka bangga-banggakan.

كَذَالِكَ مَآ أَتَى الَّذِيْـنَ مِنْ قَبْـلِهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ إِلَّا قَالُوْا سَاحِرٌ أَوْمَجْنُوْنٌ. أَتَوْاصَوْا بِـهِ، بَلْ هُـمْ قَوْمٌ طَاغُـوْنَ.

Demikianlah tidak seorang rasul-pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: “Dia adalah seorang tukang sihir atau orang gila”. Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas. Qs. Adz Dzaariyaat 52-53.

وَكَذَلِكَ مَآ أَرْسَلْـنَـا مِنْ قِبْـلِكَ فِى قَـرْيَـةٍ مِّنْ نَّذِيْـرٍ إِلَّا قَالَ مُـتْرَفُوْهَـآ إِنَّـا وَجَدْنَا آبَاءَنَـا عَـلَى أُمَّـةٍ وَإِنَّـا آثَـارِهِمْ مُقْـتَدُوْنَ.

Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”. Qs. Az Zukhruf 23.

taklid buta

Bila melihat di akhir dari kedua surat di atas (Adz Dzariyaat 52-53 dan Az Zukhruf 23) maka akan didapati bahwa mereka justru merasa yang benar karena mengikuti para tokoh mereka, sedangkan para utusan Allah (rasul-rasul) itulah yang salah. Sebab para rasul itu –menurut mereka- tidak memiliki tokoh yang bisa diikuti sebagaimana tokoh mereka.

Sebab tolak ukur mereka bukan pada Islam/ajaran para rasul melainkan ajaran dari nenek moyang mereka.

Selain itu para tokoh itu sendiri juga memiliki kepentingan untuk melestarikan ajaran nenek moyang mereka. Kenapa?

Yang pasti ada unsur keduniaannya yang menggelayut di sana. Sehingga para tokoh itu mati-matian ‘memperjuangkan’ ajaran nenek moyangnya agar tetap terus lestari.

Maka dengan berbagai daya dan upayanya para tokoh itu secara terus menerus menggelitik umat agar mereka tetap konsisten berpegang teguh pada ajaran nenek moyangnya.

Adapun jurus yang mereka pakai untuk mengajak umat dan untuk menyerang para rasul adalah sebagaimana potongan dari dua ayat yang tertera pada dua surat di atas.

أَتَوْاصَوْا بِـهِ، بَلْ هُـمْ قَوْمٌ طَاغُـوْنَ.

Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas. Qs. Adz Dzaariyaat 53.

إِنَّـا وَجَدْنَا آبَاءَنَـا عَـلَى أُمَّـةٍ وَإِنَّـا آثَـارِهِمْ مُقْـتَدُوْنَ.

“Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”. Qs. Az Zukhruf 23.

Jadi berhati-hatilah dengan kalimat-kalimat yang –sering terdengar- mengajak pada ‘persatuan’ semu.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button