Awal Munculnya Istihza’ Bag.6

Awal Munculnya Istihza’ Bag.6

Suka ditertawakan

Jika melihat dari tarbiyah ruhiyah –pendidikan hati- maka di sana akan didapatkan tentang bagaimana ikhlas dan menata hati. Sedangkan menata hati dan ikhlas itu sendiri pasti berkaitan dengan segala hal yang serius. Terlebih berkaitan dengan persoalan neraka dan pedihnya siksaan di dalamnya.

Sedangkan ikhlas; maka bisa dilihat –setidaknya- dalam surat Al Bayyinah ayat ke-5. Di sana disebutkan bahwa Allah hanya memerintahkan agar manusia beribadah hanya kepada Allah saja secara ikhlas (mukhlisin).

مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنِ (Memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam –menjalankan agama-).

Adapun makna mukhlisin sendiri yang terdapat dalam surat Al Bayyinah ayat 5, oleh syaikh Fudhail bin Iyadh dikatan: “Benar dan Ikhlas –rela hati serta jujur-“.

Yang dimaksud dengan “Benar dan Ikhlas –rela hati serta jujur-“, di sini adalah –Benar: sesuai dengan ajaran dari Allah dan rasul-Nya. sedangkan Ikhlas bermakna: ikhlas dari hati nuraninya.

Jadi sangat berbeda kan dengan frame-nya orang yang suka ngelawak, bukan?

Membuat murka Allah Ta’ala

Lihat saja hadits di bawah ini:

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَـتَكَـلَّـمُ بِالْكَلِـمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ لَا يُلْقِى لَهَـا بَالًا يَرْفَـعُهُ اللهُ بِهَـا دَرَجَـاتٍ، وَإِنَّ الْعْبْـدَ لَيَـتَكَلَّـمُ بِالْكَلِـمَةِ مِنْ سَخَـطِ اللهِ لَا يُـلْقِى لَهَـابَـالًا يَهْوِى بِهَـا فِى جَهَـنَّمَ.

Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kata yang Allah ridha dalam keadaan tidak terpikirkan dalam benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka kata tersebut berakibat sesuatu, ternyata dengan kata tersebut Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan sesungguhnya (ada) seorang hamba yang mengucapkan suatu kata yang Allah murkai dalam keadaan tidak terpikirkan oleh benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka (kalau) kata tersebut berakibat sesuatu ternyata karenanya Allah melemparkannya ke dalam neraka Jahannam. Diriwayatkan Bukhari. Hadits no. 6478.

Tetapi hadits yang lebih mengena tentang lawakan ini. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:

وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَـدِّثُ بِالْحَدِيْـثِ لَيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ فَيَـكْذِبُ، وَيْلٌ لَهُ، وَيْلٌ لَهُ.

Celakalah orang yang berbicara tentang sesuatu yang mebuat orang (lain) tertawa, di mana dia berbohong (demi lawakannya. Pen). Celakalah dia, celakalah dia. Terdapat dalam Al Musnad Ahmad 5/5, Tirmidzi dalam Al Isti’dzaan 2/206 dan Abu Daud dalam Al Adab 5/265.

Jadi amat sangat jauh bukan antara tarbiyah ruhiyah dengan lawakan dan candaan?

Tapi ingat bahwa bukan berarti Islam itu tegang dan menegangkan. Melainkan Islam hanya mengingatkan agar jangan terlalu banyak tertawa. Sebab tertawa (melawak dan hal-hal yang lucu dan yang membuat terpingkal-pingkal) bisa mengeraskan hati dan mematikan hati.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button