Sendau Gurau Yang Terukur Bag.14
Berhati-hatilah dalam bersendau gurau.
Kesimpulan dari bahayanya istihza’.
Setetlah dibahas sedikit mengenai istihza’ di atas maka berikut ini kesimpulan yang bisa diringkas:
1. Menyakiti orang lain.
Tahukah bahwa ketika orang melakukan lawakan dengan cara merendahkan martabat seseorang –entah karena kondisi ekonominya atau kondisi tubuhnya yang kurang- maka orang yang dijadikan sebagai obyek lawakan sebenarnya sakit hatinya.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
لَا تَسُـبُّوا الدِّيْكَ فَإِنَّـهُ يُوْقِـظُ لِلصَّلَاةِ.

“Janganlah kamu mencela ayam jantan, karena sesungguhnya ayam jantan itu yang membangunkan kalian untuk shalat”. Diriwayatkan Abu Daud, dan dishahihkan Al Albani.
Bisa dibayangkan bukan? Ayam (hewan) saja dilarang dicela apalagi manusia. Seburuk apapun manusia itu pasti dia memiliki kelebihan yang mungkin kita tidak memilikinya. Sedang bila kekurangan seseorang –baik fisik ataupun karena ekonomi- maka sebenarnya hal itu sangat menyakitkan bagi orang tersebut. Hanya saja orang tersebut diam dikarenakan beberapa sebab. Entah karena dia takut, atau segan, atau entah karena alasan lainnya.
Jangankan dengan manusia sesudah Rasulullah dan para sahabat, dengan sesama sahabat saja Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga berwasiat agar jangan sampsi mencela sesama para sahabat.
لَا تَسُـبُّوْا أَصْحَابِى
“Janganlah engkau mencela sahabatku”.
Walaupun hadits di atas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sampaikan kepada sahabat Khalid bin Walid radliayallahu ‘anhu tetapi tetap saja para ulama mengatakan bahwa kaum muslimin sesudahnya juga dilarang mencela atau membuat suatu lawakan atau candaan berkaitan dengan sahabat.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
