Sendau Gurau Yang Terukur Bag.9

Sendau Gurau Yang Terukur Bag.9

Berhati-hatilah dalam bersenda gurau.

Ini sebuah peringatan bagi semua kaum muslimin secara umum. Terutama bagi yang suka bercanda. Hal ini bukan berarti bahwa bercanda diharamkan tetapi biasanya jika tidak memiliki rambu-rambu syariat maka orang yang bercanda biasanya akan lupa. Apa lagi dalam candaannya banyak yang suka dan banyak juga yang mentertawakan. Dia akan semakin bersemangat dalam memubat banyolannya.

Makanya jauh-jauh hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah mengingatkan dalam sabdanya:

وَلَا تُكْـثِرِ الضَّحِـكَ، فَإِنَّ كَثْـرَةَ الضَّحِكَ تُمِـيْتُ الْقَـلْبَ.

Dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa akan dapat mematikan hati. Diriwayatkan Tirmidzi 2/50. Dishahihkan Al Albani.

Dari hadits di atas setidaknya dapat diambil kesimpulan (berkaitan dengan suka bercanda):

a. Cenderung berdusta.

Yang dimaksud dengan cenderung berdusta adalah; karena seseorang yang sering bercanda dan banyak yang menyukai candaan/lawakannya maka membuat dirinya dipaksa untuk terus lihay dalam bercanda dan melawak. Nah dari situlah akhirnya memaksa dirinya untuk berdusta agar candaannya bisa mengocok perut.

Akhirnya dia akan mendapatkan dosa dikarenakan dustanya.

Berhati-hatilah dalam bersenda gurau.

Atau bahkan dia akan merendahkan seseorang atau yang lainnya. Kenapa? Karena hati sudah (mulai) mati.

Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga telah berpesan? Sebagaimana sabdanya: “Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur. Karena sesungguhnya kejujuran itu akan mengantarkan pada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. (Dan) berhati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta itu akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang suka berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta”. Diriwayatkan Muslim. hadits no. 2607.

b. Berlebihan (sehingga justru kurang beradab).

Ini yang jarang disorot, yaitu demi candaannya ditertawakan banyak orang terkadang seseorang justru mencela fisik seseorang. Padahal mencela secara fisik sebenarnya selain dilarang juga menyakiti orang yang dilecehkan demi candannya yang dianggap berkwalitas itu. Kenapa dilarang?

Sebab melecehkan bentuk fisik seseorang maka sama halnya dia telah melecehkan Allah sebagai sang Pencipta makhluk berupa manusia tersebut.

Atau bahkan agar candaannya ditertawakan banyak orang terkadang ada saja yang dibuat candaan. Di antaranya melecehkan syariat Allah.

Oleh karena itu hendaknya ayat di bawah ini direnungkan. Agar tidak terjerumus ke dalam istihza’ (bermain api dalam candaan).

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersendau gurau dan bermain-main saja. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. Tidak usah kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka bertaubat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. Qs. At Taubah 65-66.

Maka berhati-hatilah dalam bercanda.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button