Sendau Gurau Yang Terukur Bag.8

Sendau Gurau Yang Terukur Bag.8

6. Nyinyir dengan tegaknya syariat.

Setiap muslim seharusnya sangat merindukan tegaknya syariat Allah tegak di muka bumi. Bahkan dia akan rela bila syarat tegaknya syariat Allah tegak harus dengan cara mempertaruhkan nyawanya sekalipun.

Tetapi ternyata ada juga dari (sebagian kecil) kaum muslimin yang justru nyinyir apabila ada orang atau sekelompok orang Islam yang menginginkan tegaknya syariat Allah di muka bumi.

Mereka beralasan bahwa negeri ini penduduknya majemuk. Jadi seharusnya menghargai pemeluk agama lain. (Itu hanya salah satu contoh dari kaum muslimin yang nyinyir). Dan bila dibamtah dengan masalah perjuangan bangsa, mereka juga mengatakan bahwa para pendiri bangsa dahulu ketika berjuang tidak mempersoalkan agama. Dan sebagainya dan sebagainya.

Maka setiap kali ada upaya dan usaha untuk menegakkan syariat Allah selalu saja orang-orang itu menjadi garda terdepan untuk mematahkannya.

Bahkan mereka juga memiliki seabrek dalil untuk membendung tegaknya syariat Allah ini. Na’udzubillah.

Nyinyir dengan tegaknya syariat

Padahal sudah sangat jelas sekali bahwa dahulu para rasul itu (setelah mendakwahkan risalah) maka mereka juga membentuk suatu daerah/wilayah yang di situ hukum-hukum Allah benar-benar bisa tegak. Lihat saja seperti nabi Sulaiman (sebelumnya nabi Daud) dan nabi Zulqarnain.

Nabi Daud, setelah mengalahkan Jalut dan pasukannya, maka nabi Daudpun langsung menerapkan syariat Allah di wilayah yang dikuasainya.

Hal yang samapun dilakukan nabi Zulqarnain. Setelah beliau mengembara dalam dakwahnya, lalu beliau menemukan (baca: menaklukkan suatu daerah/wilayah) maka beliaupun langsung menerapkan syariat Allah.

Tujuannya agar syariat Allah itu benar-benar membumi dan dapat langsung dirasakan para penduduk bumi yang dipijaknya.

Nabi Sulaiman, setelah mewarisi kerajaan bapaknya, beliau kemudian ekspansi memperluas kekuasaannya. Lalu menemukan ratu Balqis -yang juga memiliki kerajaan dan wilayah kekuasaan tersendiri-. Maka nabi Sulaiman pun segera mendakwahinya agar mau menerima agama tauhid dan memeluknya.

Padahal sebelumnya ratu Balqis mencoba untuk ‘menyuap’ nabi Sulaiman.

فَلَـمَّا جَآءَ سُلَيْمَـانَ قَالَ أَتُـمِدُّوْنَـنِ بِـمَالٍ فَمَآ ءَاتَـانِيَ اللهُ خَيْـرٌ مِّـمَّا آتَـاكُـمْ بَلْ أَنْـتُمْ بِـهَدِيَّـتِـكُمْ تَـفْرَحُوْنَ.

Maka tatkalautusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: “Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? Maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu, akan tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu”. Qs. An Naml 36.

Jadi jelas di sini bahwa nabi Sulaiman dan para rasul lainnya ketika berdakwah itu oeriantasinya bukan untuk memperkaya diri. Melainkan mereka mendakwahkan Islam itu hanya semata-mata mencari ridla Allah Ta’ala.

Adapun bila kemudian mereka Allah kasih anugerah berupa kesanggupan menguasai suatu wilayah maka merekapun segera menerapkan syariat Allah. Dan itu bukan berarti melenceng adri tujuan awal dakwah tetapi justru meneruskan dakwah. Yaitu mengawalnya hingga menuju kepada keridlaan Allah dengan cara menerapkan syariat-Nya. sehingga syariat Allah benar-benar membumi, bukan hanya sekedar teori.

Setelah ratu Balqis menerima agama tauhid dan memeluknya sebagai agama, maka syariat Allahpun juga ditegakkan di bumi kekuasaannya ratu Balqis.

Nabi Yusuf juga sama. Beliau ketika menjadi raja juga menerapkan syariat Allah. Dan kenyataannya ketika syariat Allah ditegakkan maka kemakmuran menyapa ke seluruh penjuru negeri kekuasaan tersebut.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button