Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.61

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.61

Kesimpulan dan renungan (berkaitan dengan pembahasan).

4. Ikhtilaf (perbedaan furu’) dan iftiraq(perpecahan).

Ini juga salah satu pintu rusaknya umat atau kelompok. Dan ini sesungguhnya tidak mencerminkan sikap dari ahlu sunnah melainkan mencerminkan sikap kekanak-kanakan dalam berfikir dan bertindak.

Sebab jika melihat sirah (sejarah) kehidupan para salafush shalih maka di sana –jika melihat perkara yang furu- maka akan didapati sikap tasamuh (sikap menghormati orang lain) terhadap mereka. Tetapi apabila melihat perbedaan dalam persoalan aqidah maka mereka baru tidak bisa bersikap tasamuh.

Walau begitu teap saja melakukan tahapan-tahapan persuasif. Yakni mengingatkan tentang kerangka berfikir kaum muslimin yang salah dan menyimpang. Lihat saja dahulu ketika awal munculnya aliran Khawarij. Tetapi apabila tidak bisa lagi mereka dilurukan maka urusannya akan berbeda.

Seperti pada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash Shiddiq dengan munculnya Musailamah Al Kadzdzab sebagai dengan beraninya tidak mau membayar zakat.

Setelah diutus beberapa utusan dari kekhilafahan ternyata Musailamah justru menyusun kekuatan.

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.61

Nah karena bandelnya itulah akhhirnya khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallah ‘anhu memerintahkan untuk memerangi Musailamah Al Kadzdzab.

Tetapi hari ini berbeda. Mereka justru membalik-balikkan dua perkara yang seharusnya tidak demikian. Yakni yang seharusnya disikapi dengan sikap tasamuh dikarenakan adanya masalah –perbedaan- furu’. Dan yang inilah yang disebut ikhtilaf.

Dan yang seharusnya disikapi dengan sikap memisahkan diri dikarenakan adalah perbedaan perkara aqidah.

Adapun ayat-ayat di bawah ini adalah ayat-ayat yang menerangkan tentang perintah untuk tetap bersatu disebabkan hanya adanya perbedaan dalam hal furu’;

وَاعْتَصِمُوْا بِحَـبْلِ اللهِ جَمِيْـعًا وَلَا تَـفَرَّقُوْا، وَاذْكُـرُوْا نَعْـمَةَ اللهِ عَلَيْـكُمْ إِذْ كُـنْـتُمْ أَعْدَآءً فَـأَلَّـفَ بَيْـنَ قُلُوْبِكُـمْ فَـأَصْبَـحْتُـمْ بِـنِعْـمَتِهِ إِخْوَانًـا وَكُـنْـتُـمْ عَلَى شَـفَا حُفْـرَةٍ مِّنَ النَّـارِ فَـأَنْـقَذَكُمْ مِنْـهَا، كَذَلِكَ يُـبَيِّـنُ اللهُ لَكُـمْ آيَـاتِهِ لَـعَلَّـكُمْ تَهْـتَدُوْنَ.

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) saling bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamudaripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatp-Nya kepadamu, agar kamu dapat petunjuk. Qs. Ali Imran 103

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ تَـفَرَّقُوْا وَاخْـتَلَـفُوْا مِنْ بَعْدِ مَا جَآءَهُـمُ الْبَـيِّـنَاتُ، وَأُوْلَئِـكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَلِيْمٌ.

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat. Qs. Ali Imran 105.

إِنَّ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَـهُمْ وَكَانُوْا شَـيَعًا لَّسْـتَ مِنْهُـمْ فِى شَيْـئٍ، إِنَّـمَا أَمْرُهُـمْ إلَى اللهِ ثُـمَّ يُـنَـبِّـئـُهُـمْ بِمَا كَانُوْا يَـفْعَـلُوْنَ.

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.Qs. Al An’aam 159.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button