Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.60
Kesimpulan dan renungan (berkaitan dengan pembahasan).
3. Ta’ashub/berbangga dengan kelompoknya.
Ini juga sering terjadi pada kelompok-kelompok organosasi Islam. Padahal ini adalah suatu kesalahan yang apabila dilakukan terus menerus secara berulang-ulang maka akan bisa berakibat fatal. Ta’ashub sendiri bermakna saling berbangga dengan kelompoknya. Atau lebih tepatnya; fanatik buta. Adapun untuk skala kecilnya, yaitu skala pribadi adalah sum’ah dan takabbur.
Walaupun antara sum’ah dan takabbur sedikit berbeda tetapi pada prinsipnya hampir-hampir mirip.
Sum’ah bermakna ingin selalu diperhatikan (oleh manusia), atau sikap atau sifat yang gemar menunjukkan amal perbuatan yang telah dilakaukan kepada orang lain sehingga orang lain akan menyanjungnya.
Sedangkan takabbur bermakna sikap sombong, merasa tinggi dan merendahkan orang lain. Dan yang lebih parah lagi dari sikap takabbur adalah menolak Al Haq (kebenaran) dan meremehkan manusia.

Ketiga kata (ta’ashub, sum’ah dan takabbur) ini sebenarnya saling terkait. Oleh karena itu ketika menyinggung masalah ta’ashub maka sengaja disinggung juga masalah dua ‘kawan karibnya’ tersebut.
Memang sum’ah dan takabbur itu sebenarnya berurusan dengan urusan pribadi sedangkan ta’ashub itu seringnya ‘perilaku’ jama’ah/kelompok. Tetapi tetap saja ketiganya bisa berkaitan.
Ya, ketika seseorang telah terkena penyakit sum’ah maka perilakunya pasti berorientasi pada upaya agar orang lain menyanjungnya. Dan biasanya orang-orang yang disanjung itu memiliki kelebihan (amal) bukan?
Nah apabila orang sudah banyak menyanjungnya maka dia akan semakin jauh rasa PD-nya. sementara manusia itu memiliki sifat salah dan lupa/khilaf.
Nah ketika terjadi kekhilafan pada dirinya (karena seringnya dirinya disanjung dan memang begitu maunya) lalu jika kemudian ada seseorang yang meluruskannya maka seringnya orang yang berwatak seperti akan menolak. Sebab dirinya merasa bahwa yang dilakukannya selalu benar.
Andaipun dirinya menyadari jika yang dilakukanya sebuah kesalahan maka (biasanya) dia akan balik mencari kesalahan orang yang telah meluruskannya.
Intinya dia tidak rela bila ada orang yang meluruskan apabila dirinya melakukan sebuah kesalahan.
Lalu apa korelasinya dengan ta’ashub?
Ya, jika ada orang-orang yang dalam jiwanya memiliki penyakit sum’ah dan takabbur lalu mereka tergabung sebuah organisasi (Islam) maka mereka pasti akan merasa bahwa kelompoknya-lah yang paling benar.
Oleh karena itu jauh-jauh hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah mengingatkan tentang ketiga penyakit di atas. Terutama penyakit sum’ah dan takabbur. Sebab sum’ah dan takabbur termasuk dalam syirik ashghar (syirik kecil).
Walau syirik kecil tapi jangan diremehkan, sebab bisa-bisa akan menjadi besar dan akan (bisa) membakar dirinya kelak di neraka. Na’udzubillah.
Oleh sebab itu berhati-hatilah terhadap ketiga penyakit itu. Sebab implikasinya sangat membahayakan untuk diri sendiri (setidaknya) kecuali penyakit ta’shub.
Ya, penyakit ta’ashub selain berimplikasi buruk pada diri dan kelompoknya juga akan menjadi buruk hubungannya sesama kaum muslimin.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
