Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.53
Hal-hal krusial yang sering terlihat berbeda antara ahlu sunnah dengan Asy’ariyah. (lanjutan ke-4).
4. Perbedaan paling krusial dengan ahlu sunnah.
Sungguh ada beberapa perbedaan yang sangat krusial antara ahlu sunnah dengan kelompok Asy’ariyah ini.
Adapun perbedaan paling krusial dan yang menyita waktu dan perhatian adalah kaitannya dengan fitnah Al Qur’an.
Ya, kelompok Asy’ariyah mengatakan bahwa Al Qur’an adalah makhluk. Hal itu mereka analogikakan; Allah adalah Khaliq (sang Pencipta) nah kemudian mereka menganalogikakan bahwa selain Allah adalah makhluk, termasuk di dalamnya Al Qur’an.
Di awal-awal paham Asy’ariyah ini berkembang, ternyata paham ini menempel pada pusat kekhilafahan. Mulai dari khalifah Al Ma’mun, Al Mu’tashim dan Al Watsiq.

Nah, karena kekhalifahan terikut faham Asy’ariyah maka secara tidak langsung khalifah memaksa rakyatnya untuk mengikuti faham Asy’ariyah ini. Sementara di lain pihak, rakyat (kaum muslimin) masih berpegang pada ajaran ahlu sunnah) yakni meyakini bahwa Al Qur’an bukan makhluk.
Namun begitu tetap saja secara umum di tengah masyarakat faham itu membuat umat semakin bingung.
Akhirnya Allah ‘mengutus’ melalui perantaraan imam Ahmad bin Hanbal. Yaitu beliau mengatakan bahwa memang Allah itu Al Khaliq (Sang Pencipta) sedangkan selain Allah adalah makhluk tetapi Al Qur’an bukan Khaliq dan bukan makhluk akan tetapi kalamullah (firman-firman Allah).
Dengan perkataan imam Ahmad bin Hanbal ini membuat kondisi umat semakin tercerahkan dan terjawabkan segala kegundahan/kegalauan umat. Tetapi berbeda dengan kelompok Asy’ariyah. Sebab rencana mereka untuk meng-Asy’ariyah-kan umat terganjal oleh pernyataan imam Ahmad bin Hanbal.
Maka dengan ‘meminjam’ tangan kekhalifahan akhirnya imam Ahmad bin Hanbal ditangkap lalu dipenjarakan dan disiksa. Tujuannya agar imam Ahmad bin Hanbal mau menarik pernyataannya yang mengatakan bahwa Al Qur’an itu kalamullah dan mengakui keyakinan faham Asy’ariyah; yakni meyakini bahwa Al Qur’an adalah makhluk, bukan kalamullah.
Namun Allah tetap menjaga Al Qur’an fan imam Ahmad bin Hanbal. Sehingga sehebat apapun siksaan yang ditimpakan kepada beliau, beliau masih tetap istiqamah dengan meyakini bahwa Al Qur’an adalah kalamullah, bukan makhluk.
Bahkan masa siksaannya beliau berdoa agar semoga tali celananya Allah kuatkan agar tidak terputus. Sebab jika terputus tali celananya maka akan mengakibatkan celananya akan terlepas dan pasti akan terlihatlah auratnya.
Selain dari perbedaan krusial tentang Al Qur’an (kalamullah), ternyata Asy’ariyah juga sangat ‘mendewakan’ filsafat dan logika. Sehingga terkadang Al Qur’an dan As Sunnah dikesampingkan hanya karena (otak) mereka belum bia mencernanya. Na’udzubillah.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
