Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.51
Hal-hal krusial yang sering terlihat berbeda antara ahlu sunnah dengan Asy’ariyah. (lanjutan ke-2).
Bila di atas telah disinggung tentang pemahaman Asy’ariyah yang sangat krusial, yakni tentang pemahaman mereka tentang Sifat-Sifat Allah yang ditakwilkan seperti sifat-sifat para hamba-Nya. maka di sini akan diunggupkan perbedaan yang sangat mendasar, yakni (yang kedua);
2. Bahwa Asy’ariyah lebih mengedepankan takwil yang dianggapnya (masuk) akal, (suka) perdebatan dan ilmu kalam.
Ini sungguh sangat berbahaya sekali. Apa lagi takwil yang mereka lakukan adalah dalam masalah Sifat-Sifat Allah, persoalan takdir dan perkara yang ghaib.
Lebih parah lagi mereka mengatakan bahwa (dalil) akal –‘akli- pada prinsipnya sejajar dengan dalil naqli (Al Qur’an dan As Sunnah).
Dengan begitu seakan kedudukan antara akal (pikiran), Al Qur’an dan As Sunnah dianggap sejajar oleh kelompok Asy’ariyah.
Maka tidak heran bila kemudian para tokoh mereka, terutama Ar Razi, Juwaini dan selain dari keduanya mengatakan bahwa dalil-dalil (argumen) syar’i –dari Al Qur’an maupun As Sunnah- tidak bisa diterima apabila tidak bisa masuk (diterima) oleh akal. Merujuk pada; Syarah Ushulu I’tiqaad Ahlu Sunnah wal Jama’ah, karya Abul Qashim Al Lakaa’i. Yang telah ditahqiq oleh DR. Ahmad Sa’ad Hamdani, I/151-176.

Pada lain kesempatan mereka juga berkata, “Bahwa dalil-dalil (argumen-argumen) Naqli –Al Qur’an dan As Sunnah- bersifat dhanni (persangkaan dan samar-samar), sedangkan dalil (argumen) akal bersifat qath’i –syar’i-. Sedangkan dhan (persangkaan atau samar-samar) menyelisihi qath’i (syariat)”. Lihat; Ushuluddin, karya Ar Razi, hal. 24.
Subahanallah! Sampai segitunya pernyataannya. Ini sangat berbahaya sekali. Sebab mereka telah mendewakan akalnya. Padahal akal manusia itu terbatas. Betapa tidak?
Sudah berapa ayat-ayat Allah yang turun sementara pada saat ayat-ayat Allah itu turun beluma da kejadian. Atau para sahabat belum membuktikannya. Sementara bukti sendiri itu kan bagian dari akal bukan?
Lihat saja seperti ayat;
إِنّا فَتَـحْـنَا لَكَ فَتْـحًـا مُبِـيْـنًـا. لِيَـغْفِـرَلَكَ اللهُ مَا تَـقَدَّمَ مِنْ ذَنْـبِـكَ وَمَا تَأَخَّـرَ وَيُـتِـمَّ نِعْـمَـتَهُ عَـلَيْكَ وَيَـهْدِيَـكَ صِرَاَطًا مُسْـتَـقِيْـمًا. وَيَـنْصُرَكَ اللهُ نَصْرًا عَزِيْـزًا.
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus. Dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). Qs. Al Fath 1-3.
Padahal jika melihat sebab turunnya ayat di atas, atau mengetahui (saja) saat turunnya ayat di atas. Maka seharusnya orang-orang Asy’ariyah akan menarik ucapannya tentang (dalil) akal itu sejajar dengan (dalil) Al Qur’an dan As Sunnah.
Sebab ketika tiga ayat di atas turun, posisi para sahabat baru saja melakukan perjanjian damai dengan musyrikin Quraisy. Sedangkan bila melihat isi perjanjian itu maka (seakan) pihak Rasulullah dan para sahabat yang dikalahkan. Sehingga ketia Rasulullah memerintahkan kepada seluruh sahabat agar pulang ke Madinah. Karena dalam isi perjanjian itu Rasulullah dan para sahabat dilarang masuk Makkah pada tahun itu.
Nah dalam perjalanan pulang itu muka para sahabat terlihat seperti memendam kekecewaan karena isi perjajnjian itu yang seakan (sepintas) Rasulullah dan para sahabat kalah. Tetapi kenyataannya justru Allah menurunkan ayat-Nya sebagai kabar gembira tentang hasil perjanjiannya itu.
Itu maknanya bahwa saat itu nalar (baca: akal) para sahabat belum sampai bukan? Tetapi kenyataannya ketiga ayat itu disebut sebagai dalil syar’i dan ternyata akal manusia itu lemah bila dihadapkan dengan ayat-ayat Allah ataupun hadits-hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
