Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.47
Contoh-contoh terkini yang berseberangan dengan aqidah ahlu sunnah.
- Hendak menyatukan antara Al haq dengan Al Batil.
Ini sungguh suatu keanehan. Sebab sejak zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam di awal dakwah, beliau sama sekali tidak pernah mau berkompromi. Walaupun posisi beliau dalam keadaan lemah sekalipun. Sebab justru di situlah letak izzah (kemuliaan) Islam yang sesungguhnya.
Dan dengan sikap konsistennya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam membuat orang-orang kafir Quraisy juga menjadi bingung dengan sendirinya.
Beliau benar-benar mampu meletakkan posisi antara muamalah dengan dakwah.
Dalam hal muamalah maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dijuluki seluruh penduduk Makkah dengan AL AMIN (orang yang dapat dipercaya). Sehingga banyak penduduk Makkah yang menitipkan barang-barang berharganya kepada beliau.
Tetapi ketika berbicara masalah aqidah maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam megang prinsip yang sangat kuat. Sampai batu karang yang menghadangpun akan diterjang.

Inilah alasannya kenapa musyrikin Qursaisy susah untuk menghadapi beliau secara langsung. Selalu saja ada utusan untuk menemui beliau. Itupun juga (para utusan itu) tidak langsung menemui beliau melainkan melalui paman beliau, Abi Thalib, sebagai pengasuh beliau sejak kecil dan sekaligus sebagai pelindung beliau.
Dan ternyata, sekali lagi, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sangat kokoh pendiriannya untuk masalah aqidah dan beliau tetap bisa diajak berdamai bila dalam urusan muamalah.
Inilah salah satu jawaban beliau paling fenomenal ketika Abu Thalib menyampaikan usulan dari musyrikin Quraisy: “Seandainya mereka mampu meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku. Maka sekali-kali aku tidak akan pernah surut dari dakwah ini”.
Luar biasa!
Akhirnya merekapun membuat fitnah yang luar biasa terhadap beliau tetapi anehnya mereka masih saja tetap menitipkan barang-barang berharga mereka terhadap beliau.
Itulah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang telah mampu meletakkan urusan muamalah dengan urusan dakwah. Beliau amat sangat tegas untuk urusan aqidah. Hingga Allah pun menurnkan ayat-Nya dalam surat Al Kafirun; Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku. Qs. Al Kafirun 6.
Jadi jangan sekali-kali berusaha atau jangan sekali-kali mau menerima usulan untuk menyatukan Al Haq dan Al Batil. Sebab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak pernah menyatukannya, tetapi bila urusan muamalah maka hal itu diperbolehkan.
Sebab kelak para penghuni surga itu tidak akan pernah dicampur dengan penghuni neraka. Dan mereka memang sangat berbeda sejak di dunia ini.
لَا يَسْـتَوِى أَصْحَـابُ النَّـارِ وَ أَصْحَابُ الْجَـنَّةِ، أَصْحَـابُ الْجَـنَّةِ هُـمُ الْفَـآئِـزُوْنَ.
Tiada sama (antara) para penghuni neraka dengan para penghuni surga. Para penghuni surga itu adalah orang-orang yang beruntung.Qs. Al Hasyr 20.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
