Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.45

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.45

Contoh-contoh terkini yang berseberangan dengan aqidah ahlu sunnah.

  • Mengakhirkan shalat dan meremehkan riba.

Ini juga salah satu dari para da’i yang sering mengaku-ngaku sebagai penyeru ahlu sunnah tetapi sering meremehkan masalah shalat.

Adapun bentuk meremehkan shalat itu bermacam-macam, baik berupa seringnya mengakhirkan shalat, mengajarkan tentang mengqadha shalat, jarang mengajak untuk shalat berjama’ah di masjid dan sebagainya.

Padahal para salafush shalih atau para pendahulu dari ahlu sunnah justru sangat teliti dan sangat menjaga dalam masalah shalat. Sebab mereka faham bahwa shalat adalah sebagai barometer keimanan seseorang dan kelakpun di alam kubur yang pertama kali ditanyakan adalah masalah shalat.

أُتْـلُ مَآ أُوْحِـيَ إِلَيْـكَ مِنَ الْكَـتَابِ وَأَقِـمِ الصَّلَاةَ، إِنَّ الصَّلَاةَ تَـنْهَـى عَنِ الْفَـحْشَـآءِ وَالْمُـنْكَرِ، وَلَـذِكْـرُ اللهِ أَكْـبَرُ، وَاللهُ يَعْـلَمُ مَا تَصْـنَعُوْنَ.

Bacalah apa tang telah diwayukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih esar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Qs. Al ‘Ankabuut 45.

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.45

Selain itu waktu-waktu shalatpun sudah ditentukan waktunya, sehingga tidak mungkin para salafush shalih yang selalu diikuti ahlu sunnah sangat meremehkan shalat.

فَـإِذَا قَضَيْـتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُـرُوْا اللهَ قَـيَامًـا وَ قُعُوْدًاوَعَـلَى جُـنُوْبِكُـمْ، فَـإِذَا اطْمَـأْنَـنْـتُمْ فَـأَقِيْـمُوْا الصَّلَاةَ، إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَـتْ عَلَى الْمُؤْمَنِـيْنَ كَـتَابًا مَوْقُوْتًـا.

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman. Qs. An Nisaa’ 103.

Adapun riba, Allah telah menyatakan perang terhadap para pelaku riba:

يَاآيُّـهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّـقُوْا اللهَ وَذَرُوْا مَا بَـقِـيَ مِنَ الرِّبَـا إِنْ كُنْـتُمْ مُؤْمِنِـيْنَ. فَـإِنْ لَمْ تَفْـعَلُوْا فَـأْذَنُوْا بِـحَرْبٍ مِنَ اللهِ وِرَسُوْلِـهِ، وَإِنْ تُـبْـتُمْ فَـلَكُم رُءُوْسُ أَمْوَالِـكُمْ لَا تَظْـلِمُوْنَ وَلَا تُظْلَمُوْنَ.

Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. Qs. Al Baqarah 278-279.

Oleh karena itu ketika membicarakan atau bahkan bersentuhan dengan riba maka hendaknya jangan mengatas namakan ahlu sunnah. Sebab mereka sangat anti dengan riba.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button