Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.44
Contoh-contoh terkini yang berseberangan dengan aqidah ahlu sunnah.
- Tidak faham tentang ahlu sunnah.
Ini sangat menarik sekali. Ibarat seseorang melihat gambar seorang wanita. Lalu dia langsung tertarik hatinya. Kemudian dia bercerita ke sana kemari bahwa dirinya jatuh cinta dengan gambar wanita yang dilihatnya.
Padahal modalnya hanya; gambar wanita tersebut diambil (entah dengan cara meminta gambar tersebut dari orang lain atau malah mencurinya) lalu dibawa ke mana-mana dan bercerita seperti di atas.
Kemudian ketika ditanya sama orang lain; apakah si wanita dalam gambar itu juga mencintainya?
Dengan PD-nya dia jawab; Iya.
Tetapi ketika ditanya lebih lanjut; siapakah nama orang yang ada dalam gambar itu? Dia anak siapa? Di mana rumahnya? Berapa usianya? Dan lain sebagainya.

Baru dia jawab gelagapan. Bahkan dia jawab dengan jawaban pamungkasnya: POKOKNYA SAYA MENCINTAINYA!
Ini kan lucu bin ajaib.
Dan hal serupa juga sama dengan orang-orang yang sering mengaku sebagai ahlu sunnah. Tetapi ketika ditanya tentang ahlu sunnah ternyata mereka sama sekali tidak mengetahui dan tidak memahami tentang ahlu sunnah wal jama’ah.
Mereka hanya bilang bahwa semua yang mereka jalani itu sesuai dengan prinsip dan aqidah ahlu sunnah wal jama’ah.
Ajaib bukan?
Padahal yang namanya mencintai (seseorang –termasuk suatu golongan-) dia pasti akan mengetahui namanya, anak siapa, bagaimana silsilahnya, di mana rumahnya, apa kesukaannya, apa yang dibencinya dan sebagainya.
Bukankah ada seseorang yang tadinya tidak suka dengan makanan pedas, tetapi ketika dia mencintai seorang wanita yang suka makanan pedas. Maka dia berusaha untuk menyukai makanan yang pedas juga?
Begitu jga halnya dengan mencintai suatu golongan, seperti golongan ahlu sunnah, misalnya. Maka dia pasti akan mencintai terhadap apa yang dicintai para imam ahlu sunnah, dan membenci terhadap yang dibenci oleh para imam ahlu sunnah.
Seperti, para imam ahlu sunnah mencintai seluruh para sahabat. Maka bagi orang-orang yang mengaku ahlu sunnah tentunya mereka akan mencintai para sahabat sebagaimana para imam ahlu sunnah mencintainya. Bukan malah sebaliknya; mereka membenci atau mencela para sahabat atau bahkan mengkafirkannya.
Bagaimana mungkin seseorang mengaku sebagai ahlu sunnah sementara dia sangat alergi dengan bahasa Arab? Padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam adalah orang Arab. Beliau juga mengatakan agar umatnya mencintai bahasa Arab. Bahkan bahasa Arab adalah bahasanya para penghuni surga. Dan ternyata ahlu sunnah juga sangat mencintai bahasa Arab.
وَكَـذَلِكَ أَنْـزَلْـنَـآهُ حُـكْـمًا عَرَبِـيّـًا، وَلَـئِنِ اتَّـبَعْـتَ أَهْوَآءَهُـمْ بَعْـدَ مَا جَـآءَكَ مِنَ الْـعِلْـمِ مَـا لَكَ مِنَ اللهِ مِنْ وَلِـيٍّ وَلَا وَاقٍ.
Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap siksa Allah. Qs. Ar Ra’du 37.
إِنَّـا أَنْزَلْـنَـاهُ قُـرْآءَنًـا عَرَبِـيًّـا لَـعَّـلَكُـمْ تَعْـقِلُوْنَ.
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. Qs. Yusuf 2.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
