Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.43
Contoh-contoh terkini yang berseberangan dengan aqidah ahlu sunnah.
- Para tokoh agama yang mengajak tawasul para kuburan.
Ini sangat banyak sekali terjadi. Yaitu para tokoh agama dari kalangan organisasi besar yang sering mengajak umatnya untuk melakukan ziarah ke kuburan-kuburan dari para tokoh Islam yang sudah meninggal.
Dan tujuannya pun sudah bergeser jauh dari yang sudah dianjurkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Bukankah di atas sudah disampaikan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menganjurkan berziarah ke kubur itu bertujuan agar si peziarah mengingat mati, melembutkan hatinya dan mengingat tentang negeri akhirat.
Tetapi yang ini berbeda. Yaitu justru seringnya para jama’ah berziarah ke suatu makam dalam rangka mencari berkah dari arwah penghuni kubur yang diyakini sebagai orang-orang shalih itu. Dan efek dominonya jelasa ada, yakni seringnya para jama’ah justru sering meninggalkan shalat yang sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim.
Alasannya mereka musafir dan pakaiannya kotor! Lalu mereka nanti mengqadha shalatnya ketika sudah sampai di rumah masing-masing.
Padahal jauh-jauh hari Allah telah menyampaikan dalam firman-Nya:

وَأَنَّ الْمَـسَاجِـدَ لِلَّهِ فَـلَا تَـدْعُوْا مَعَ اللهِ أَحَدًا.
Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah. Qs. Al Jin 18.
Maksud dari ayat ini adalah; walaupun kamu shalat di masjid untuk menyembah Allah tetapi jangan sekali-kali kamu sisipkan juga untuk menyembah pada yang lain selain Allah.
Bayangkan: masjid saja yang milik Allah lalu seseorang masuk dan shalat di dalamnya untuk menyembah Allah tetapi dia juga menyisipkan niatan untuk menyembah kepada selain saja dilarang. Lha ini datang ke kuburan. Selain datang bukan untuka shalat tetapi malah meminta berkah atau berwasilah (tawassul) kepada penghuni kubur.
Padahal justru sebenarnya penghuni kubur itu masih terus menerus memerlukan doa-doa dari orang-orang yang masih hidup, bukan sebaliknya. Sebab penghuni kubur itu sudah selesai beramalnya dan tinggal menunggu hasilnya. Mereka saat ini sedang memetik hasil amalnya ketika masih hidup di dunia dahulu. Tetapi juga masih berharap doa-doa dari manusia yang masih hidup untuk dirinya.
Sementara tawassul sendiri yang diperbolehkan dalam Islam hanya ada tiga; bertawassul kepada amal shalihnya sendiri, bertawassul dengan bacaan asma’ul husna dan bertawassul kepada orang yang masih hidup (yakni dengan cara meminta doa kepadanya).
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
