Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.42
Contoh-contoh terkini yang berseberangan dengan aqidah ahlu sunnah.
- Keanehan-keanehan.
Sebenarnya banyak sekali keanehan-keanehan dari orang-orang/kelompok yang sering mengatas namakan ahlu sunnah namun sebenarnya sama sekali tidak ada dasarnya sama sekali. Tetapi jika disebut sebagai ‘mengelabuhi’, mungkin iya.
Sehingga ketika umat diingatkan tentang sesuatu yang biasa mereka jalani itu justru mereka tidak menerima. Alasannya; ada seseorang/kelompok yang mengatakan bahwa yang mereka jalani itu sesuai dengan tradisi ahlu sunnah.
Jika sudah seperti ini maka yang terjadi biasanya; akan terjadi benturan di tengah masyarakat. sebab yang satu mengatakan bahwa tradisi yang sering dijalankan umat itu bukanlah warisan dari ahlu sunnah, sedangkan yang lainnya mengatakan bahwa tradisi yang dijalaninya adalah sesuai dengan ajaran ahlu sunnah. Dan mereka mendapatkan pelajaran itu ya dari para da’i yang ada di sekitar mereka.
Berikut ini di antara beberapa tradisi yang dianggap sesuai dengan ahlu sunnah yang akhirnya justru sering terjadi benturan di tengah masyarakat;
- Ulang tahun.
Fenomena ini sudah menggerogoti di hampir seluruh lapisan masyarakat muslim. Yaitu merayakan hari ulang tahun. Baik ulang tahun kelahiran seseorang, organisasi, partai atau lainnya.

Pada saat itu biasanya diadakan suatu acara seremonial, bahkan sering bersifat keagamaan. Yaitu mulai dari pembukaan acara dengan bacaan surat Al Fatihah, tausiyah atau terkadang bacaan tahlil lalu dititup dengan doa-doa dari seorang tokoh agama.
Padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sama sekali tidak pernah mewasiatkan kepada umatnya; bila Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam meninggal agar selalu menggelar acara peringatan hari kematiannya, atau hari kelahirannya atau yang lainnya.
Padahal setiap kali masuk pada tanggal kelahirannya sebenarnya justru mengingatkan bahwa jatah hidupnya telah berkurang. Dengan begitu kenapa harus dirayakan semeriah itu? –walau ada yang berdalih; sebagai tanda bersyukur-.
Jadi apakah dengan merubah acara itu dengan diberinya doa-doa pada acara lalu dibenarkan dalam agama? Apalagi mengatas namakan ahlu sunnah.
- Berkurban untuk jembatan atau lautan.
Untuk yang satu ini juga hampir-hampir mirip. Hanya saja yang membedakan berkurban dan tempatnya. Yaitu mereka harus melakukan ritual berupa menyembelih kambing atau kerbau atau hewan lainnya. Kemudian hewan yang disembelih itu dipersembahkan untuk ‘penguasa’ di jembatan atau lautan itu.
Bukankah ini sebenarnya suatu sesembahan pada ‘penguasa’ yang diyakininya itu? Walaupun saat menyembelihpun menggunakan BASMALAH. Tetapi karena peruntukannya bukan untuk Allah ya sama saja, itu tidak dibenarkan dalam agama.
Tetapi anehnya –kembali lagi- dengan menggunakan BASMALAH ketika menyembelih hewannya itu, mereka berdalih, agar sesuai dengn tuntunan ahlu sunnah. Na’udzubillah.
Bukan ini sebenarnya tuntunan ahlu sunnah. Sebab ritual iini jelas telah menabrak pakem yang telah Allah firmankan dalam ayat-Nya;
قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَ نُـسُكِى وَ مَـحْـيَايَ وَمَـمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَـالَمِـيْنَ.
Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”. Qs. Al An’aam 162.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
