Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.33
Hukum yang berlaku bagi kaum muslimin dan hak-haknya.
6. Wajib mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.
Ini adalah solusi bagi persoalan di atas. Yaitu mencintai dan membenci karena Allah.
Sungguh ini sangat sulit dilakukan apabila tidak diiringi dengan keimanan. Lihat saja ketika peristiwa hijrah dahulu. Yaitu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mendapatkan kabar bahwa ada seorang lelaki yang berhijrah karena mengejar seorang wanita yang diincar untuk dinikahinya. Sementara si wanita itu diajak hijrah bersama keluarganya. Maka keluarlah hadits;
عَـنْ عُـمَرَ أَنَّ رَسُـوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَـلَّـمَ قَـالَ: إِنَّـمَـا الْأَعْـمَـالُ بِالنِّـيَّـةِ وَلِـكُـلِّ امْـرِئٍ مَـانَـوَى، فَـمَنْ كَـانَـتْ هِـجْرَتُـهُ إِلَى اللهِ وَ رَسُـوْلِهِ فَـهِـجْرَتُـهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِـهِ، وَمَنْ كَـانَـتْ هِجْـرَتُـهُ لِـدُنْـيَـا يُصِـيْـبُهَـا أَوِ امْـرَأَهٍ يَـتَـزَوَّجُـهَـا فَـهِـجْرَتُـهُ إِلَى مَا هَـاجرَ إِلَـيْـهِ.
Dari Umar radliyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Semua perbuatan tergantung pada niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa yang niat hijrahnya hanya untuk Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang dia niatkan”. Diriwayatkan Bukhari, Muslim dan empat imam ahli hadits.
Oleh karenanya bila berbicara masalah cinta dan benci karena Allah maka pasti akan berbicara masalah hati. Yaitu pendidikan hatim atau kalau sekarang sering disebut dengan tarbiyah ruhiyah.
Sebab ruhiyah inilah seseorang mau atau tidak berkorban. Atau seseorang mau mengeluarkan infak/zakat karena atas dorongan hati.
Maka benarlah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
إأَلَأ وَإِنَّ فِى الْجَـسَـدِ مُضْـغَـةٌ إِذَا صَلَـحَتْ صَلَـحَ الْجَـسَدُ كُـلُّـهُ، وَإِذَا فَسَـدَتْ فَسَـدَ الْـجَسَـدُ كُـلُّـهُ، أَلَا وَهِـيَ الْقَـلْبُ.

Ingatlah bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Jika diia baik maka baiklah pula seluruh tubuh. Dan apabila dia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa dia adalah hati. Diriwayatkan Bukhari no. 52, dan Muslim no. 1599.
Jadi sebelum membahas perkara mencitai karena Allah dan membenci karena Allah itu ya harus berbicara masalah hati terlebih dahulu. Yaitu hati harus dimantapkan terlebih dahulu.
Jika tidak maka amat sangat sulit untuk memunculkan karakter cinta dan benci karena Allah. Tetapi yang ada justru sebaliknya; cinta dan benci karena nafsu.
Setidaknya ada beberapa ayat di bawah ini yang bisa memberikan gambaran tentang cinta dan benci karena Allah.
لَا تَجِـدُ قَوْمًـايُؤْمِـنُوْنَ بَاللهِ وَالْيَـوْمَ الْآخِرِ يُـوَآدُّوْنَ مَنْ حَـآدَ اللهَ وَ رَسُوْلَـهُ وَلْوْ كَانُـوْا ءَابَـآءَهُـمْ أَوْ أَبْـنَـآءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَـهُـمْ أَوْ عَشِـيْرَتَهُـمْ، أُولَئِـكَ كَتَـبَ فِى قُـلُوْبِـهِمُ الْإِيْـمَـانَ وَأيَّـدَهُـمْ بِرُوْحٍ مِّنْـهُ، وَيُـدْخِـلُهُـمْ جَنَّـاتٍ تَـجْرِى مْنْ تَحْـتِـهَـا الْأَنْـهَـارُ خَـالِـدِيْـنَ فِيْـهَـا، رَضِيَ اللهُ عَـنْهُـمْ وَرَضُوْا عَـنْـهُ، أَوْلَئِـكَ حِزْبُ اللهِ، أَلَآ إِنَّ حِزْبَ اللهِ هُـمُ الْمُـفْـلِـحُوْنَ.
Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, salilng berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. dan dimasukkannya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridla terhadap mereka dan merekapun ridla dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung. Qs. Al Mujaadalah 22.
Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka;maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami-suami) mereka mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu menikahi mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu meminta mahar yang telah kamu bayar, dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Qs. Al Mumtahanah 10.
Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin), dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran diriny, mereka itulah orang-orang yang beruntung. Qs. Al Hasyr 9.
Dari ketiga ayat di atas semoga dapat memberi gambaran tentang orang-orang yang mencintai dan membenci karena Allah.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
