Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.28

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.28

Hukum yang berlaku bagi kaum muslimin dan hak-haknya.

2. Larangan mengkafirkan orang ahli kiblat hanya karena dosanya yang diperbuat.

Kaum muslimin pernah mengalami ujian yang sangat berat sejak meninggalnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Yaitu dengan munculnya sekelompok orang yang memiliki sifat pendek dalam berfikir dan tergesa-gesa dalam bertindak.

Bahkan jauh-jauh hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda bahwa kelompok ini apabila dibandingkan dengan para sahabat maka para sahabat Rasulullah akan kalah. Terutama dalam hal ibadah dan qira-atul Qur’annya. Tetapi –masih yang disabdakan Rasulullah- qira’ah Qur’an yang dibacanya hanya sampai pada tenggorokannya saja.

Ya, peristiwa itu berawal ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam membagi-bagikan harta ghanimah kepada kaum muslimin.

Tiba-tiba ada orang yang menceletuk mengatakan agar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berbuat adil.

Maka Rasulullahpun dengan suara agak meninggi mengatakan bahwa jika Rasulullah tidak adil lalu apakah ada yang mampu berbuat adil?

Nah dari sinilah ternyata secara pelan-pelan faham itu mulai menyusup ke benak (sebagian kecil) kaum muslimin.

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.28

Lalu terjadilah berbagai peristiwa tragis yang menyayat hati. Yakni sekelompok orang yang dengan ringannya mengkafirkan kaum muslimin lainnya. Kemudian dengan mudahnya menumpahkan darah kaum muslimin.

Rentetan peristiwa itu bermula sejak terbunuhnya khalifah Utsman bin ‘Affan radliyallahu ‘anhu lalu digantikan Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu sebagai khalifah keempat.

Saat itu ada sebagian kaum muslimin yang menuntut agar khalifah Ali menyelidiki tentang siapa dalang atas pembunuhannya khalifah ketiga, Utsman bin ‘Affan. Tetapi khalifah Ali justru berkehendak pada awal kepemimnannya untuk menyelesaikan PR kekhalifahan secara menyeluruh.

Wal hasil di tengah-tengah masyarakat terjadilah dua kubu yang seakan saling berseberangan. Yang satu pro dengan kelompok yang menuntut dituntaskannya penyelidikan atas terbunuhnya khalifah Utsman.

Adapun kelompok yang menuntut penyelidikan ini dipimpin gubernur Syam, Mu’awiyah bin Abu Sofyan.

Dan yang satunya lagi kubu yang pro terhadap kebijakan khalifah Ali bin Abi Thalib, yakni menertibkan kekhilafahan agar lebih baik lagi.

Karena masing-masing memiliki kans yang begitu besar, hal itu membuat hampir-hampir terjadi pertumpahan darah sesama kaum muslimin.

Alhamdulillah, atas kepiwaiannya Ali bin Abu Thalib, akhirnya konflik internal sesama kaum muslimin itu bisa diakhiri dengan terjadinya perjanjian damai antara kubu Ali bin Abi Thalin dengan kubu Mu’awiyah bin Sofyan.

Tetapi anehnya justru ada sekelompok kecil dari kaum muslimin yang tidak setuju dengan upaya perjanjian damai tersebut. Sehingga mereka merencanakan untuk menggagalkan rencana perjanjian damai tersebut.

Dan rencana itupun ternyata direalisasikan dengan cara membunuh utusan dari kedua kubu kaum muslimin yang sedang bertikai. Na’udzubillah.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button