Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.19

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.19

Masih pada kaidah secara terperinci.

Di atas sudah dibahas mengenai PERSOALAN IMAN DAN HAL-HAL GHAIB. Maka sekarang masuk pada;

3. Masalah ajaran pokok dalam agama dan keyakinan.

Mengenai pokok-pokok dalam agama dan i’tiqad (keyakinan) akan ada tujuh pembahasan:

Pertama: Pokok terpenting dalam agama menurut ahlu sunnah.

Ini sangat penting. Bila tidak maka seorang yang mengaku dirinya muslim akan rancu nanti amal dan perbuatannya.

Oleh karena itu setiap muslim harus memahami, tahu dan mengamalkan ajaran pokok ini terlebih dahulu. Agar semua amalnya tidak rancu dan sia-sia.

Adapun ajaran pokok yang dalam agama ini adalah; mencintai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Yang dimaksud cinta Rasul di sini bukan hanya membuat lagu-lagu atau nyanyian-nyanyian relegius yang mendayu-dayu. Bahkan mungkin bisa sampai menitikkan air mata.

Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal jamaah Bag.19

Bukan. Bukan itu. Melainkan yang dimaksud dengan cinta rasul adalah cinta kepada beliau, istri-istri beliau, anak-anak beliau, kerabat yang beliau cintai, para sahabat beliau dan para pengikut beliau yang setia hingga akhir zaman.

Lalu yang namanya cinta pasti akan cinta pada apa saja yang dilakukan oleh orang yang dicintainya. Seperti shalat, bersedekah, silaturahim, jujur, amanah, fathanah, dan lain sebagainya.

Tidak melihatkah bagaimana orang-orang yang mencintai pemusik yang diidolakannya? Mereka pasti akan meniru apa saja yang tergambar pada diri sang idolanya. Entah itu pakaiannya, gaya bicaranya, cara berjalannya, rambutnya dan segalanya yang ad pada idolanya pasti akan ditirunya.

Maka tidak heran apabila para sahabat dahulu juga begitu. Lihat saja para sahabat muda yang pernah diasuh Rasulullah, seperti Ibnu Abbas dan Anas bin Malik. Yaitu mereka –sepeninggalnya Rasulullah- ada tahu-tahu datang ke pintu rumah ibunda ‘Aisyah. Lalu melangkahkan kaki dimulai dari pintu rumah ibunda ‘Aisyah.

Saat ditanya, kenapa melakukan seperti itu? Langsung dijawab bahwa dahulu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga melangkahnya begini. Katanya. Nah!

Lain lagi dengan Ibnu Abbas. Beliau pernah diboncengkan Rasulullah dan bepergian berdua. Kemudian ketika sampai di suatu tempat, tahu tahu Rasulullah menghentikan kendaraannya lalu shalat dua rakaat di situ.

Maka Ibnu Abbas pun sepeninggal Rasulullah juga melakukan hal yang sama. Yaitu setiapkali melewati daerah situ pada jam yang sama dengan waktu dahulu maka Ibnu Abbas juga turun dari kendaraannya dan shalat dua rakaat di situ.

Belum lagi sahabat Hubaib radliyallahu ‘anhu. Yang beliau ditangkap musyrikin Quraisy karena pengkhianatan mereka terhadap Rasulullah.

Saat itu Hubaib keadaannya sudah sangat kritis, disebabkan penyiksaannya tiada henti. Hingga untuk mengangkat kepalanya saja tidak sanggup. Padahal saat itu Hubaib kondisinya sedang dibentangkan di batang yang diberdirikan dan terikat tangannya.

Nah ketika itu ada musyrikin Quraisy yang mengatakan agar mau menunjukkan di mana posisi Rasulullah berada. Dan sebagai gantinya nanti Hubaib akan dibebaskan dari penyiksaan mereka.

Begitu mendengar dirinya akan ditukar dengan diri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam maka kepalanya Hubaib langsung bisa tegak dan mengatakan -sambil bersumpah atas nama Allah- bahwa seandainya Rasulullah berjalan saja lalu ada duri di depannya sementara Rasulullah tidak tahu maka Hubaib lebih baik memutupi durinya itu dengan tangannya. Daripada kaki Rasulullah harus menginjak duri.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang mengatasa namakan cinta kepada Rasulullah tetapi di sisi yang lain justru melaknat orang-orang yang dicintainya? Maka perlu dipertanyakan cintanya kepada Rasulullah. Benarkah atau hanya untuk mengelabui saja.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button