Ringkasan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Bag.16
Masih pada kaidah secara terperinci.
Di atas sudah dibahas mengenai aqidah ahlu sunnah yang pertama; berkaitan dengan rukun iman.
Maka sekarang masuk pada materi kedua:
Kedua; Al Qur’an.
Ahlu sunnah meyakini bahwa Al Qur’an adalah KALAMULLAH (Firmna-firman Allah) yang diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Dia (Al Qur’an) bukanlah makhluk. Maka barangsiapa yang meyakini bahwa Al Qur’an adalah makhluk maka dia kafir. Lihat: As Sunnah, karya Abdullah bin Imam Ahmad, juz 1/229-264. Al I’tiqaad, karya Al Baihaqi, hal. 94-110. Asy Syarhu wal Ibaanah, karya Ibnu Baththah, hal. 184-186. Al Ibaanah, karya Al Asy’ari, hal 56. Syarhul Aqidah Ath Thahawiyah, hal. 107-109. Aqidatus salaf Ash-haabul Hadits, karya Ash Shabuni, hal 7.

Ketiga; Rukyah.
Biasanya apabila menjelang awal bulan Ramadhan atau menjelang awal bulan Syawal kaum muslimin sering disibukkan dengan kegiatan rukyatul Hilal (melihat Hilal) sebagai tanda kapan diawalinya bulan Muharram (baik Ramadhan, Syawal maupun bulan-bulan lainnya).
Nah, rukyah itu sendiri sebenarnya bermakna melihat, sedangkan Hilal bermakna bulan sabit (tanda di awal bulan). Sebab apabila bulan sudah terlihat besar maka jelas itu sudah lama masuk pada bulan tersebut. Dan biasanya bulan Muharram itu akan berakhir dengan hilangnya bulan.
Oleh karena itu, untuk mengetahui kapan masuknya awal bulan Muharram ya harus melakukan rukyatul Hilal –melihat bulan-.
Bila di atas membahas/menyinggung sedikit tentang rukyatul Hilal; yakni si perukyahnya harus melihat dengan mata kepalanya sendiri, maka hal yang sama juga akan berlaku kelak di akhirat. Hanya saja di akhirat kelak bukan berkaitan dengan rukyatul Hilal –melihat Hilal- dengan mata telanjang. Melainkan di akhirat kelak orang-orang mukmin yang sudah di surga akan melihat (rukyah) Allah secara langsung dengan mata telanjangnya.
وُجُوْهٌ يَوْمَـئِذٍ نَّـاظِرَةٌ، إلَى رَبِّـهَـا نَـاظِرَةٌ.
Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannya mereka melihat. Qs. Al Qiyaamah 22-23.
Abdullah mengomentari ayat di atas bahwa maksud dari ayat ke-23 itu ialah; melihat wajah Allah Ta’ala dan tidak bersembunyi darinya.
Sementara Ibnu Katsir mengatakan, “Pada hari itu wajah betul-betul bersinar”.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam memberitahu bahwa orang-orang beriman (kelak) akan melihat Tuhan mereka pada hari Kebangkitan kelak dengan mata mereka seperti saat mereka melihat bulan bulan pada malam purnama.
Dari Jarir bin Abdullah, dia berkata:
كُنَّـا عِنْـدَ النَّـبيَّ صلى الله عليه و سلم، فَـنَظَرَ إِلَى الْقَـمَرِ لَيْـلَـةَ- يَـعْنِى الْبَـدْرَ- فَـقَـالَ: إِنَّـكُـمْ سَتَـرَوْنَ رَبَّـكُمْ كَـمَـا تَـرَوْنَ هَـذَا الْـقَـمَرَ.
Kami berada di sekitar Nabi ketika itu beliau melihat ke bulan (purnama), lalu Nabi shalallahu ‘alaihii wa salam bersabda, “Kamu akan melihat Tuhanmu seperti kamu melihat bulan ini”. Diriwayatkan Bukhari.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

